Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Tari Baris Gede Didaftarkan Ke UNESCO
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata merencanakan untuk mendaftarkan Tari Baris Gede asal Bali sebagai salah satu Tari Asli Indonesia khususnya Bali ke Lembaga pendidikan dan Kebudayaan dunia (UNESCO). Tari Baris Gede ini menurut rencana akan diajukan ke UNESCO pada tahun ini.
Pendaftaran Tari Baris Gede ke UNESCO ini bertujuan untuk melindungi seni budaya Bali. Selain itu juga untuk menghindari klaim negara lain terhadap Tarian asli Bali tersebut.Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada keteranganya di Tampaksiring Gianyar (26/7) mengatakan rencana pendaftaran Tari baris Gede ke UNESCO kini dalam tahap pengumpulan data dan dokumen sejarah tari.
Hal ini bertujuan untuk meyakinkan UNESCO bahwa Tari tersebut benar-benar tari hasil karya masyarakat Bali.“Perlu data-data pelengkap sehingga ketika ditanya kita mempunyai berbagai informasi yang dibutuhkan” ucap Jero Wacik.Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyebutkan selain Tari Baris Gede, Kementrian kebudayaan dan Pariwisata juga merencanakan untuk mendaftarkan Angklung dan Tari Saman ke UNESCO.
Selain itu beberapa tari lainnya dari beberapa daerah di Indonesia secara bertahap juga direncanakan untuk didaftarkan ke Unesco.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun