Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nyamar Jadi Pecalang, Polisi Tembak Maling

Minggu, 8 Agustus 2010, 17:30 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Maling asal Pegayaman Buleleng kembali ditarget aparat kepolisian. Tersangka Nursalim (28), ditangkap aparat kepolisian setelah beraksi di 14 TKP. Kedua kakinya ditembak karena kabur saat dikejar polisi. 

Menurut Kapolsek Denpasar Selatan AKP Gde Ganefo SH, tersangka Nursalim ditarget karena terlibat serangkaian pencurian di wilayah Sanur, Kuta Selatan, Kuta dan Denpasar barat.

Tersangka merupakan target operasi pencurian kekerasan dan pencurian pemberatan, jelas Kapolsek pada Minggu (08/08).Tersangka Nursalim, kata Kapolsek, sudah ditarget sejak setahun lalu, pasca penangkapan temannya bernama Aviv yang kini ditahan di Poltabes Denpasar.

Maling yang satu ini cukup pintar menghilangkan jejak. Selalu berpindah tempat tinggal. Akibatnya, polisi selalu sulit membekuknya.Dia punya dua kamar kos, satu khusus naruh barang curian dan satunya kamar tidur, ucapnya.Upaya polisi tidak sia sia, setelah menerima informasi bahwa tersangka Nursalim baru 3 hari tinggal di Jalan Pulau Singkep, Pemogan Denpasar.Polisi kemudian bergerak cepat memantau kamar kos tersangka dari kejauhan.

Polisi pun tidak gegabah melakukan pengerebekan. Pasalnya, tersangka Nursalim bisa kabur bila melihat polisi. Salah satu cara untuk menangkap tersangka adalah berpura pura menyamar sebagai pecalang setempat.Anggota pura pura jadi pecalang dan masuk ke kosan tersangka. Semacam pemeriksaan Kipem-lah. Nah begitu ditanya kipem dan dia mengakui nama Nursalim langsung ditangkap, beber mantan Kasat Intelkam Polres Gianyar.Kapolsek mengatakan, kedua kaki tersangka ditembak karena berusaha kabur saat menunjukkan barang bukti di kawasan Sanur.

Dia sulit ditangkap dan daripada kabur terpaksa anggota lepaskan tembakan peringatan. Tapi dia tetap kabur dan kakinya ditembak, jelasnya.Kepada polisi tersangka mengaku telah beraksi di 14 TKP di kawasan Sanur (6 lokasi), Kuta (1 lokasi), Kuta Selatan (4 lokasi) dan Denpasar barat (3 lokasi). Hanya saja, barang bukti yang diamankan hanya 2 HP Nokia, uang Rp 1 juta dan kalung emas.Sementara barang curian lainnya sudah dijual dengan harga bervariasi antara Rp 400- 2 juta.

 

Adapun barang curian meliputi laptop dan berbagai jenis HP.Tersangka beraksi bersama Aviv di 14 TKP. Barang bukti kebanyakan laptop dan HP dan sebagian sudah terjual. Masih kita kembangkan penyelidikan, ungkapnya.Menurut Kapolsek, aksi pencurian dilakukan tersangka sejak 8 Bulan lalu. Aksi pencurian cenderung menyasar ke kamar kos-kosan dan bermodus pencongkelan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami