Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Rabies Kembali Renggut Nyawa Warga Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Kadek Agus Adi Windu Wandana (9) I asal Banjar Marga Telu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan meregang nyawa, Selasa (31/8) dinihari sekitar pukul 02.30 di RSUD Tabanan. Bocah kelas II SD nomor 4 Lumbung ini meninggal diduga karena suspect rabies.
Dokter Bintang Suryadi, ketua penanganan rabies center RSUD Tabanan, kemarin menjelaskan. Korban datang diantar orang tuanya yakni I Made Purnayasa (35) dan Wayan Sutiani (31) ke RSUD Tabanan Sabtu (28/8) sekitar pukul 11.30 dengan kondisi panas, mencret dan muntah-muntah yang diduga awalnya diare.
Baca juga:
Kerbau Untuk Kurban Ditembak Usai Mengamuk
Korban pun mendaptakan perawatan di ruangan anggrek. Beberapa jam kemudian korban kemudian mengeluhkan susah untuk menelan, kaki kiri sakit agak takut dengan cahaya. Dengan ciri-ciri tersebut, pihak rumah sakit kemudian menanyakan kepada orang tua korban riwayat kesehatan korban apakah pernah digigit anjing.
Orang tua korban pun mengakui kalau korban pernah digigit anak anjing sekitar bulan Juli lalu. Sementara itu kondisi korban mulai menurun sejak hari Minggu (29/8) lalu.
Korban semakin takut dengan air dan sinar. Atas dasar itulah pihak rumah sakit menduga korban suspect rabies dan merawat korban di ruangan flamboyan khusus untuk pasien suspect rabies. Kondisi korban semakin kritis, dan akhirnya meninggal sekitar pukul 02.30 Wita, Selasa (31/8).
Untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, pihak RSUD Tabanan telah memeriksa air liur korban, selaput kornea di laboratorium.Kita masih menunggu hasil tes lab tersebut guna mengetahui penyebab meninggalnya korban, jelas Bintang. Ia pun belum dapat memastikan korban meninggal karena rabies.
Sementara itu I Made Purnayasa ayah korban , yang ditemui di rumahnya di Banjar Marga Telu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat mengakui kalau anaknya pernah digigit anak anjing miliknya sekitar bulan Juli lalu.
Waktu itu dari kakinya keluar darah sedikit, dan anak saya tidak mengeluh sedikit pun, jelasnya.Dikatakannya, anaknya memang memiliki riwayat penyakit jantung sejak berumur 3 tahun.Anak saya sering mengeluh sakit di dadanya, jelasnya lirih didampingi istrinya Wayan Sutiani.Pada Sabtu (28/8) lalu anaknya mengeluh kalau sakit sesak napas, dan panas. Ia pun berusaha mengobatinya ke Puskesmas I Bajera di Selemadeg. Petugas kemudian menganjurkan agar anaknya dirawat di RSUD Tabanan.
Saya akhirnya bawa anak saya ke RSUD Tabanan, hari itu juga, jelasnya lirih.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun