Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koleksi Ratusan Pretima, Warga Italia Diamankan

Jumat, 3 September 2010, 21:29 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Jajaran Reserse Kriminal Polres Badung berhasil menemukan ratusan benda sakral atau pretima dari seorang kolektor asal Italia bernama Roberto Gamba (50), di rumahnya yang berada di vila Marisa di Jalan Bumbuk Kerobokan Badung.

Penemuan ratusan pretima itu bermula dari adanya informasi masyarakat yang melihat di rumah Roberto banyak pretima. Informasi masyarakat disikapi petugas dan melakukan penggeledahan sekitar pukul 18.00 Wita.Menurut Kapolres Badung AKBP Dwi Suseno, di rumah tersebut pihaknya menemukan sekitar 110 pretima berbagai jenis dan ukuran. Juga belasan gagang keris antik beserta sebuah sarungnya.

Selain itu, ada juga serat atau lontar yang tertulis huruf-huruf sansekerta yang diduga sudah berumur ratusan tahun. Satu diantara belasan lontar itu terdapat lontar yang terbuat dari tembaga.

Dari rumah itu juga diamankan sekitar 1 karung uang kepeng asli. Jumlah uang kepeng itu ditaksir sekitar 35 ribu buah.Dari keterangan Roberto kepada penyidik, arca arca itu dibeli dari warga yang menetap di Bali.Roberto pun menyebut nama namanya. Yakni Nyoman dari Nusa Penida, Made Nusa Penida, Komang Oka asal Sukawati Gianyar serta dari sebuah penjual yang mangkal di arshop Kerobokan, kemudian Gadu Tabanan dan Ciputat Jakarta.

Roberto juga menyebutkan nama nama penadah pretima tersebut. Para penadah yang diamankan itu adalah Rai Kembar, Wayan Wardana, serta Gusti Made Lanang.Tiga nama itu sudah diperiksa aparat kepolisian dan akan dikenakan pasal penadah.�Ada dugaan ketiganya penadah dan masih kita periksa, untuk Roberto masih diperiksa dan dikembangkan,� tegas Kapolres.Kapolres mengatakan, Roberto membeli pretima berbagai jenis itu, kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Roberto mengaku tidak mengetahui kalau barang yang dibelinya adalah benda sakral, sebagai benda yang disucikan umat Hindu dan disimpan di Pura.Diakui Roberto, pretima itu sudah dikoleksi sejak tahun 2006 lalu.Kerugian dari hilangnya pretima di sejumlah Pura di Bali ditaksir mencapai miliran rupiah. Pasalnya untuk melakukan upacara satu pratima saja, nilainya mencapai Rp 200 juta. Artinya, jika ada seratusan pratima, nilainya sekitar Rp 20 miliar lebih.

 

Ditemukannya ratusan pretima membuat beberapa prajuru adat langsung datang untuk melakukan pengecekan. Dari pengakuan beberapa desa sudah ada yang mengakui kalau pretima yang ditemukan adalah milik mereka. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami