Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Sakit Tak Kunjung Sembuh, Suena Gantung Diri
Beritabali,com, Marga
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Nyoman Suena (42) warga Desa Kukuh, Kecamatan Marga ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandinya, Senin (4/10). Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga karena penyakit TBC yang dideritanya tidak kunjung sembuh.
Mayat korban pertama kali ditemukan oleh kakanya I Ketut Jani sudah dalam posisi tergantung di kamar mandi sekitar pukul 05.00 Wita.
Kakak korban yang mengetahui hal itu, langsung menjerit sehingga membuat geger tetangganya. Warga setempat lalu ikut membantu menurunkan korban dan melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Korban tewas murni karena gantung diri karena tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari keterangan keluarga, korban diduga nekat gantung diri karena penyakit TBC yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Penyakit yang diderita korban semala bertahun-tahun itu juga mengakibatkan kedua matanya buta. Pihak keluarga dapat menerima kematian korban dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi oleh petugas kepolisian.
Korban meninggal murni karena gantung diri, karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, jelas Kapolsek Marga, AKP Surya Darma. (nod)
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4520 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun