Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Lagi, Korban Rabies Meninggal di Tabanan
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Wayan Yasa (43) warga Banjar Talang Pati, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti meninggal dunia karena diduga mengidap penyakit rabies. Korban meninggal dunia di RSUP Sanglah sekitar pukul 22.00 wita (13/10) lalu, dan telah dimakamkan di kuburan setempat Jumat (15/10) pagi.
Istri korban Ketut Natri (37) yang ditemui di rumah duka Jumat (15/10) mengakui suaminya (korban) sempat digigit anjing tetangganya tiga bulan lalu.
Saat itu korban hendak pergi ke tegal dan melintas di jalan depan rumahnya. Tiba-tiba seekor anjing milik tetangganya langsung menyerang dan menggigit korban. Gigitan anjing itu membuat kaki kanan suami saya berdarah, katanya.
Oleh korban luka gigitan anjing itu kemudian dicuci dengan sabun dan diobati dengan obat merah. Tiga hari kemudian, bekas gigitan anjing di kaki korban mulai kering dan berangsur-angsur menghilang.
Setelah digigit anjing, suami saya tidak disuntik Vaksin, lukanya hanya dikasi obat merah, jelas Natri. Namun sembilan hari sebelum korban meninggal, korban merasakan kesemutan di sekujur tubuhnya. Saya kemudian mencarikan obat ke dokter yang ada di wilayah Petang, Badung,jelas Natri yang didampingi kerabatnya. Karena sakitnya tak kunjung sembuh, Natri kembali mencarikan obat korban ke seorang bidang dan dokter yang lainya. Namun kondisi korban tidak kujung pulih.
Bersama keluarga, korban kemudian dilarikan ke RSUD Tabanan tanggal 11 Oktober lalu. Saat itu korban dikatakan mengalami infeksi gangguan saluran kencing.
Setelah mendapatkan obat di RSUD Tabanan, korban kembali pulang ke rumahnya. Namun Senin malam (11/10) kondisi korban semakin memburuk. Keluarga korban kemudian memutuskan membawa korban ke RSUP Sanglah, Denpasar. Oleh pihak RSUP Sanglah, keluarga korban sempat ditanya riwayat kesehatan korban. Natri kemudian menyebutkan korban sebelumnya sempat digigit anjing tiga bulan lalu.
Setelah mengetahui riwayat kesehatan korban, pihak RSUP Sangkah kemudian memberikan VAR kepada korban. Setelah disuntik VAR beberapa saat kemudian, dari mulut suami saya mengeluarkan busa, jelasnya. Pihak rumah Saki kemudian merawat korban di ruang Nusa Indah. Selanjutnya kondisi korban semakin menurun. Puncaknya tanggal 13 Oktober pagi, korban takut dengan air dan sinar.
Korban akhirnya meninggal dunia Rabu (13/10) sekitar pukul 22.00 Wita. Kerabat korban kemudian membawa pulang jenasah korban malam itu juga. Saya pasrah dengan keadaan ini,pungkas Natri lirih. Sementara itu humas RSUD Tabanan I Made Sugiarta mengakui korban pernah berobat di RSUD Tabanan tanggal 11 Oktober 2010 lalu.
Namun korban maupun kerabat korban tidak menjelaskan riwayat kesehatan korban apakah pernah digigit anjing atau tidak. Setelah diberikan obat oleh dokter di UGD, keluarga korban kemudian pulang. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun