Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Lagi, Korban Rabies Meninggal di Tabanan
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Wayan Yasa (43) warga Banjar Talang Pati, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti meninggal dunia karena diduga mengidap penyakit rabies. Korban meninggal dunia di RSUP Sanglah sekitar pukul 22.00 wita (13/10) lalu, dan telah dimakamkan di kuburan setempat Jumat (15/10) pagi.
Istri korban Ketut Natri (37) yang ditemui di rumah duka Jumat (15/10) mengakui suaminya (korban) sempat digigit anjing tetangganya tiga bulan lalu.
Saat itu korban hendak pergi ke tegal dan melintas di jalan depan rumahnya. Tiba-tiba seekor anjing milik tetangganya langsung menyerang dan menggigit korban. Gigitan anjing itu membuat kaki kanan suami saya berdarah, katanya.
Oleh korban luka gigitan anjing itu kemudian dicuci dengan sabun dan diobati dengan obat merah. Tiga hari kemudian, bekas gigitan anjing di kaki korban mulai kering dan berangsur-angsur menghilang.
Setelah digigit anjing, suami saya tidak disuntik Vaksin, lukanya hanya dikasi obat merah, jelas Natri. Namun sembilan hari sebelum korban meninggal, korban merasakan kesemutan di sekujur tubuhnya. Saya kemudian mencarikan obat ke dokter yang ada di wilayah Petang, Badung,jelas Natri yang didampingi kerabatnya. Karena sakitnya tak kunjung sembuh, Natri kembali mencarikan obat korban ke seorang bidang dan dokter yang lainya. Namun kondisi korban tidak kujung pulih.
Bersama keluarga, korban kemudian dilarikan ke RSUD Tabanan tanggal 11 Oktober lalu. Saat itu korban dikatakan mengalami infeksi gangguan saluran kencing.
Setelah mendapatkan obat di RSUD Tabanan, korban kembali pulang ke rumahnya. Namun Senin malam (11/10) kondisi korban semakin memburuk. Keluarga korban kemudian memutuskan membawa korban ke RSUP Sanglah, Denpasar. Oleh pihak RSUP Sanglah, keluarga korban sempat ditanya riwayat kesehatan korban. Natri kemudian menyebutkan korban sebelumnya sempat digigit anjing tiga bulan lalu.
Setelah mengetahui riwayat kesehatan korban, pihak RSUP Sangkah kemudian memberikan VAR kepada korban. Setelah disuntik VAR beberapa saat kemudian, dari mulut suami saya mengeluarkan busa, jelasnya. Pihak rumah Saki kemudian merawat korban di ruang Nusa Indah. Selanjutnya kondisi korban semakin menurun. Puncaknya tanggal 13 Oktober pagi, korban takut dengan air dan sinar.
Korban akhirnya meninggal dunia Rabu (13/10) sekitar pukul 22.00 Wita. Kerabat korban kemudian membawa pulang jenasah korban malam itu juga. Saya pasrah dengan keadaan ini,pungkas Natri lirih. Sementara itu humas RSUD Tabanan I Made Sugiarta mengakui korban pernah berobat di RSUD Tabanan tanggal 11 Oktober 2010 lalu.
Namun korban maupun kerabat korban tidak menjelaskan riwayat kesehatan korban apakah pernah digigit anjing atau tidak. Setelah diberikan obat oleh dokter di UGD, keluarga korban kemudian pulang. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1364 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1039 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 884 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 784 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik