Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
Dari Sejumlah Kasus Gigitan, 30 persen Positif
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Kajian akademis dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menunjukkan dari sekitar 50.000 kasus gigitan anjing selama 2010, diperkirakan sekitar 30 persen diantaranya beresiko positif rabies.
Penularan rabies yang begitu cepat ini diprediksi akibat rendahnya pengawasan lalu lintas anjing antar kabupaten, belum lagi masyarakat Bali cendrung memindahkan anjing yang sedang dalam masa inkubasi. Disisi lain cakupan vaksinasi anjing di Bali juga masih dibawah 50 persen.
Baca juga:
5 Warga Digigit Anjing Rabies, Tim Keswan Turun Vaksinasi Rabies
Peneliti Rabies Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof Dr. I Gusti Ngurah Mahardika pada keteranganya di Renon, Rabu (24/11) mengatakan akibat penyebaran rabies yang meluas kini telah menyebabkan masyarakat Bali mengalami kepanikan. Akibat kepanikan tersebut menyebabkan tingginya permintaan akan vaksin anti rabies (VAR)
Ini masyarakat lagi panik, jangankan digigit, diplototin anjing saja di Karangasem katanya sudah minta VAR, papar Prof Dr. I Gusti Ngurah Mahardika.
Peneliti Rabies Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof Dr. I Gusti Ngurah Mahardika memastika rabies merupakan penyakit mematikan, namun tidak semua gigitan anjing pasti rabies. Mahardika mengingatkan yang perlu diwaspadai saat ini adalah penularan rabies pada kucing dan monyet. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun