Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Usai Besuk Winasa, Ratna Minta Maaf
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah kemarin hadir di Rutan Negara untuk membesuk suaminya, I Gede Winasa, Jumat (28/1) Ratna Ani Lestari kembali membesuk mantan Bupati Jembrana dua periode tersebut. Seusai membesuk suaminya, Ratna meminta maaf atas persoalan yang kini membelit suaminya.
Jika saat besuk kemarin Ratna lolos dari mata wartawan, namun untuk kali ini mantan Bupati Banyuwangi ini tidak bisa menghindar lagi. Datang pukul 10.15 wita dengan mengendarai Toyota Kluger DK 333 WR, Ratna langsung memasuki Rutan Negara.
Sekitar 15 menit kemudian, Ratna yang saat itu mengenakan celana jeans hitam berkerudung ini tampak keluar Rutan. Saat wartawan menanyakan perihal kondisi Winasa di tahanan, Ratna mengaku kalau suaminya itu sehat-sehat saja.
Kesempatan bersua wartawan dimanfaatkan Ratna untuk meminta maaf atas persoalan yang sedang melilit suaminya itu. Atas nama keluarga saya meminta maaf atas persoalan yang sedang dialami Bapak (Winasa,red). Biarlah kami mengambil hikmah dari semua itu," ujarnya singkat.
Selain dijenguk Ratna, Winasa juga menerima kedatangan sejumlah anggota DPRD Jembrana. Pantauan di Rutan Negara, setidaknya Winasa dibesuk oleh dua anggota parlemen Jembrana dari F Demokrat yakni, I Gede Suarna Adi dan I Putu Kamawijaya. Hanya saja, Kama tidak diijinkan menemui Winasa lantaran jam besuk sudah berakhir.
Dihubungi terpisah, salah satu tim kuasa hukum Winasa, Supriono memperkirakan penanganan kasus kliennya baru akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Negara pekan depan. Pasalnya, saat ini berkas dakwaan Winasa masih dalam perbaikan. Bila berkas dilimpahkan pekan depan maka diperkirakan Winasa mulai disidangkan dua pekan lagi.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun