Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Hujan Sejam, Dua Desa Terendam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras disertai angin dan petir tidak hanya memakan korban dua ibu rumah tangga di Mendoyo. Namun puluhan rumah warga di Dusun Tegalasih, Batuagung dan Desa Dangin Tukad, Jembrana terendam.
Hujan deras yang melanda Bumi Makepung Rabu (2/2) sore hingga malam membuat dua desa terkepung banjir.Pantauan, Kamis (3/2), sejumlah puluhan warga di Dusun Tegalasih, Batuagung dan Desa Dangin Tukad sedang sibuk memberihkan rumahnya yang kemasukan air.
Banjir di Dusun Tegalasih diakibatkan karena meluapnya air sungai hingga membanjiri halaman rumah warga. Bahkan di beberapa rumah warga, air yang ketinggiannya mencapai lutut orang dewasa memasuki rumah.
"Banjir ini seolah-olah seperti kejadian rutin setiap hujan deras tiba karena air sungai di belakang rumah saya meluap," kata Nengah Wenten, warga Dusun Tegalasih, Kamis, (3/2).Bahkan, kata Wenten, jika hujan lebat berlangsung lebih lama, ketinggian air yang membanjiri rumah warga bisa mencapai pinggang orang dewasa.
"Karena itulah kami merasa was-was dan ketakutan tinggal di dalam rumah jika hujan deras karena kalau banjir air bisa masuk ke dalam rumah," katanya.Selain di Tegalasih, banjir juga melanda sejumlah rumah warga di Desa Dangin Tukad, Jembrana. Banjir tersebut diakibatkan karena tersumbatnya saluran air yang ada di pinggir jalan sehingga jalannya air tidak lancar hingga meluap sampai memasuki halaman rumah warga. Hanya saja, ketinggian air tidak seperti di Tegalasih.
Ketinggian air mencapai di atas mata kaki orang dewasa. Namun, banjir itu membuat halaman rumah penuh lumpur dan sampah, kata Wayan Widarmika, warga Dangin Tukad, Kamis (3/2).Menurut Widarmika, setiap hujan turun, rumahnya memang menjadi langganan banjir karena tersumbatnya saluran drainase air di depan rumahnya.Warga di sini berharap pemerintah turun tangan untuk mencarikan solusi agar tidak setiap hujan rumah warga kami dilanda banjir, katanya sambil membersihkan teras dan halaman rumahnya yang dipenuhi lumpur dan sampah.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun