Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Tenganan Tidak Rayakan Nyepi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tidak semua umat Hindu di Bali merayakan hari raya Nyepi. Warga Desa Tenganan Dauh Tukad di Karangasem misalnya, sejak ratusan tahun lalu tak pernah merayakan nyepi dan tetap beraktivitas seperti biasa.
[pilihan-redaksi]
Desa Tenganan Dauh Tukad terletak di Kecamatan Manggis, Karangasem, sekitar 70 kilometer arah timur Kota Denpasar. Desa ini dapat ditempuh dalam waktu 2 jam dengan kendaraan bermotor.
Desa berpenduduk 215 kepala keluarga ini termasuk Desa Bali Mula atau Asli. Menurut catatan yang ada, desa Bali kuno ini telah ada sejak 11 abad silam.
Berbeda dibanding desa lain di Bali, Desa Tenganan Dauh Tukad dan desa tetangganya, Desa Tenganan Pegringsingan tidak merayakan hari raya Nyepi.
Saat umat Hindu Bali lain melaksanakan Catur Brata Penyepian, warga desa ini tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti membuat kain tenun tradisional dan membuat sesajen.
"Tradisi tak merayakan nyepi ini sudah diwariskan leluhur kami sejak ratusan tahun silam. Meski tak merayakan Nyepi, warga desa kami tetap menghormati warga desa lain yang merayakan Nyepi. Aktivitas sehari-hari warga hanya dilakukan di dalam wilayah desa kami," jelas Putu Ardhana, Kelian (tetua) Adat Desa Tenganan Dauh Tukad.
Pada hari raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian atau empat pantangan yakni Amati Karya atau tidak bekerja, Amati Geni atau tidak menyalakan api atau lampu, Amati Lelungan atau tidak bepergian, dan Amati Lelanguan atau tidak bersenang-senang.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun