Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perlu 20 Tahun Perbaiki Terumbu Karang Serangan

Minggu, 1 Mei 2011, 10:38 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

5 hektar lahan terumbu karang di Pulau Serangan Denpasar hancur akibat proyek reklamasi pulau tahun 1996 silam. Perlu waktu hingga 20 tahun untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak itu.

"Saat reklamasi tahun 1996 itu, kerusakan terumbu karang sebagai tempat kembang biak aneka jenis biota laut di Pulau Serangan sangat parah. Dari luas pulau asli semula hanya 112 hektar, kini menjadi 481 hektar. Bayangkan berapa terumbu karang yang digunakan untuk membentuk daratan baru," jelas aktivis lingkungan yang juga Ketua kelompok nelayan Sari Mertasegara, Wayan Patut (30/4/2011).

Akibat proyek reklamasi, kata Patut, 5 hektar terumbu karang di Pulau Serangan hancur. Kondisi ini dinilai sudah sangat merugikan khususnya bagi para nelayan di Pulau serangan. "Sudah tidak ada lagi ikan yang bisa ditangkap karena terumbu karang sudah hancur dikeruk untuk reklamasi,"kata Patut.

Upaya rehabilitasi terumbu karang yang rusak di Pulau Serangan sudah dimulai sejak tahun 2003. Nelayan yang dulunya secara sadar dan aktif melakukan pengrusakan lingkungan, kini berbalik menjadi penyelamat dan pelestari lingkungan yang tergabung dalam kelompok nelayan Sari Mertasegara. "Hingga saat ini, kelompok nelayan di Pulau Serangan sudah berhasil menanam ribuan terumbu karang di lahan seluas 1,5 hektar dari target total seluas 10 hektar.

 

Upaya pelestarian terumbu karang ini akan terus dilakukan hingga terumbu karang di Pulau Serangan kembali lestari seperti semula. Perlu waktu hingga 20 tahun agar terumbu karang kembali seperti dulu lagi," kata Patut.


 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami