Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
8 Jenis Ikan Spesies Baru Ditemukan di Perairan Bali
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selain memiliki keragaman jenis terumbu karang, perairan Bali juga memiliki beragam jenis ikan karang. Hasil Marine Rapid Assessment Program (MRAP) atau program pemetaan laut secara cepat di 33 titik perairan Bali menemukan adanya 8 ikan karang spesies jenis baru di perairan Bali.
Program pemetaan laut yang dibiayai oleh United States Agency for International Development (USAID) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika mendeteksi sekitar 952 jenis ikan karang di perairan Bali.
Direktur Program Kelautan Conservation International (CI) Indonesia Ketut Sarjana Putra ketika ditemui Beritabali.com di Renon, Kamis (12/5) menyatakan jika dilihat berdasarkan indek jenis ikan karang, Bali memiliki sekitar 1125 jenis ikan karang dan 8 diantaranya belum terkonfirmasi.
�Kalau dihitung berdasarkan indeks jenis ikan karang di wilayah Indo-pasific bahwa Bali itu memiliki lebih dari 1125 jenis ikan karang, karena tidak semua diving kita bisa mencatat keseluruhan,� jelas Ketut Sarjana Putra.
Disisi lain Sarjana Putra mengaku sangat kecewa, sebab dari sekitar 350 jam tim pemetaan melakukan penyelaman hanya menemukan 3 ikan hiu, 3 ikan napoleon dan 2 Ikan Karapu Sunu.
Dimana kondisi ini menandakan bahwa Bali telah mengalami over fisihing atau penangkapan ikan secara berlebihan. Padahal bagi penyelam ketiga ikan tersebut merupakan target ikan yang selalu dinanti-nanti untuk dilihat selama di laut.
Sarjana Putra berharap dengan adanya hasil pemetaan ini, pemerintah provinsi Bali segera menetapkan kawasan zonasi atau pemetaan Bali untuk melindungi keragaman hayati yang ada di perairan Bali. (mlt)
Repro Foto CI Indonesia
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun