Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Berendam Air Panas di Tepi Danau Batur
Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli, Kawasan wisata Kintamani di Kabupaten Bangli tak hanya terkenal dengan pemandangan gunung dan danau Baturnya yang indah. Di tempat ini juga ada pemandian air panas alami pegunungan yang terletak di tepi Danau Batur. Selain untuk berekreasi, air panas alami Gunung Batur ini juga dipercaya mempunyai khasiat pengobatan penyakit, khususnya penyakit kulit.
Pemandian air panas alami pegunungan ini terletak di daerah Toyabungkah, Desa Batur, Kabupaten Bangli. Obyek wisata ini berjarak sekitar 80 kilometer dari Kota Denpasar.
Pada musim liburan, pemandian air panas ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Di tempat ini para wisatawan bisa mandi di kolam air panas alami, yang bersumber dari Gunung Batur.
Di tempat ini wisatawan bisa merasakan sensasi mandi di pancuran air panas yang bersuhu 38-39 derajat celcius. Selain untuk menyegarkan tubuh dan pikiran, mandi air panas di tempat ini juga dipercaya berkhasiat untuk pengobatan penyakit, khususnya penyakit kulit.
“Air panas di tempat ini bersumber dari Gunung Batur, yakni sekitar 7 meter di bawah tanah. Biasanya wisatawan yang habis mendaki langsung datang ke sini untuk mandi air panas. Kalau masyarakat setempat ke sini untuk ‘metamba’ (berobat) dan ‘melukat’ (membersihkan diri),” jelas Nyoman Asrama, Direktur Operasional Batur Natural Hot Spring.
Pemandian air panas alami pegunungan Batur ini merupakan obyek wisata yang dikelola masyarakat Desa Pekraman Batur Kabupaten Bangli. Untuk bisa masuk obyek wisata ini, wisatawan domestik dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 50.000, sementara wisatawan asing dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 100.000.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun