Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Bali Agendakan Rekontruksi Kesenian Tua
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon, Dinas Kebudayaan Bali merencanakan untuk merekontruksi terhadap kesenian-kesenian tua dan langka. Hal ini sebagai upaya pelestarian terhadap kesenian-kesenian tua dan langka yang sudah sangat jarang dipentaskan di masyarakat seperti Wayang, Tari Legong dan drama tari Gambuh.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika pada keterangannya di Renon, Kamis (14/7) mengungkapkan rencana rekontruksi ini masih mengalami beragam kendala, salah satunya adalah belum ada kesepakatan dengan kabupaten/kota di Bali terkait jenis-jenis kesenian yang harus direkontruksi. Apalagi di Bali setiap kabupaten/kota memiliki kesenian tua dan langka yang cukup banyak.
“Jadi kendala yang saya amati adalah, kita belum ada suatu kesepakatan yang jelas antara pemerintah provinsi dengan kabupaten, itu harus dilakukan kesepakatan-kesepakatan yang mana yang harus kita rekontruksi. Sehingga dengan demikian kita bisa memulai kesenian mana yang kita dahulukan,” ujar Ketut Suastika.
Suastika menargetkan rekontruksi terhadap kesenian tua dan langka akan dimulai pada tahun depan, sedangkan pada tahun ini masih tahap perencanaan.
Dimana pada tahap awal akan dilakukan rekontruksi terhadap 10 kesenian yang dinilai langka dan tua.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun