Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penjahat Berpistol Rampok BPR Parasari

denpasar

Senin, 31 Oktober 2011, 20:41 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

 Kantor Kas BPR Parasari yang terletak di perempatan Jalan Tangkuban Perahu Banjar Pengubengan Kauh, Denpasar, dirampok, pada Senin (31/10) siang. Perampok tunggal yang membekali diri dengan senjata api (senpi), berhasil menggasak uang tunai Rp 18 juta, milik nasabah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa perampokan tersebut. Namun, kedatangan pelaku seorang diri sudah barang tentu mengagetkan dua karyawan BPR, satu kasir bernama Ketut Kodri dan karyawan bagian administrasi, Ketut Puspita.



Menurut Puspita, perampok berjumlah satu orang datang sekitar pukul 11.00 Wita. Perampok mengenakan helm cerobong warga gelap, tiba – tiba masuk kedalam perkantoran sambil menodongkan senpi sambil berucap  “jangan berteriak, serahkan uangnya semua.”

“Pelaku tiba tiba masuk dan langsung menodong senjata api ke arah Ketut Kodri,” jelas Puspita, pada Senin (31/10).

Karuan saja, saksi kaget apalagi ditodong dengan senpi. Dibawah ancaman senpi, Ketut Kodri langsung jongkok dan berlutut. Sementara saksi Ketut Puspita yang juga ketakutan, mencoba menyerahkan uang sebesar Rp 900 ribu kepada pelaku. Tapi pelaku menolak dan meminta Puspita menyerahkan seluruh uang yang ada di atas meja.
 
“Semuanya, semuanya serahkan,” teriak perampok seperti dituturkan Puspita.

Pelaku kemudian mengeluarkan tas putih yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dia kemudian memasukkan seluruh uang kedalam tas. Belum beberapa lama memasukkan uang, dari balik pintu masuklah seorang nasabah. Melihat ada orang masuk, perampok langsung menarik lengan nasabah tersebut dan menyuruhnya diam.

“Jangan berani macam macam, atau saya tembak,” jelas pelaku seperti dituturkan Puspita.

Ditodong senpi, nasabah tersebut terdiam. Sebelum melarikan diri, pelaku mengguras habis uang nasabah sebesar Rp 18 juta, berikut 3 buku angsuran, 1 buku tabungan BPR Parasari.

“Kita tidak tahu pelaku kabur naik apa, dia keluar begitu saja. Pelakunya tinggi putih dan mengenakan helm cerobong. Aksinya kurang lebih 3 menit saja,” jelas Kepala Operasional Made Suwiarta saat ditemui di lokasi kejadian.

Suwiarta mengatakan, uang Rp 18 juta yang disikat pelaku adalah uang hasil setoran para nasabah. Rencananya uang tersebut akan dimasukkan ke dalam brankas, sebelum dimutasikan lebih dulu ke komputer.

“Kalau uang BPR tidak ada yang diambil, semuanya uang nasabah yang baru disetor,” jelasnya.

Suwiarta mengatakan, biasanya, BPR yang berdiri sejak 5 tahun lalu, dijaga oleh tiga karyawan, Ngurah Mahendra, Ketut Kodri dan Made Puspita. Sementara, tiga kolektor karyawan wanita biasanya datang sekitar pukul 14.00 Wita.

Suwiarta menyebutkan, BPR yang buka dari jam 8.00 Wita dan tutup sekitar pukul 16.00 Wita, tidak dilengkapi kamera CCTV. Sehingga sulit mendeteksi pelaku.

Sebelum kejadian, tiga karyawan (Kodri, Puspita, Mahendra) tersebut berada di kantor dan ditemani oleh pimpinan kantor kas BPR Ketut Sulendra. Namun, pagi itu Ketut Sulendra pamitan hendak menjemput nasabahnya di luar.

“Ngurah Mahendra juga menjemput nasabah diluar. Kalau saya belum masuk kantor. Jadi yang jaga Kasir (Ketut Kodri dan Puspita),” ungkapnya.

Saat ditanya, apakah senpi yang digunakan asli? Suwiarta mengatakan kemungkinan besar, karena nasabah yang ditodong merasakan moncong senpi dingin.

“Kayaknya benar senpi, kata nasabah itu senpinya dingin saat ditodong di dahinya,” ujarnya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami