Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Made Ayu Ranindya Paramitha (21) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Made Ayu Ranindya Paramitha (21) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, pada Selasa (29/11). Di hadapan majelis hakim pimpinan IGB Komang Wijaya Adhi terdakwa secara blak-blakan mengaku sering nyabu karena dia merupakan bagian dari keluarga yang 'broken home'.
“Saya stres karena hanya tinggal dengan ibu saja," ujar terdakwa yang masih berstatus mahasiswi Fakultas Hukum di salah satu Universitas di Bali.
Saat ditanya dimana mendapatkan 0,2 gram sabu-sabu (SS) yang ditemukan polisi saat penangkapan, terdakwa mengaku SS tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang yang bernama Ketut alias Tono.
“Saya beli sabu untuk dipakai bersama teman yang lain," tegasnya.
Mendengar keterangan terdakwa tersebut ketua majelis Hakim Wijaya Adhi pun langsung menasehati terdakwa agar terdakwa berhenti nyabu. Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan sabu-sabu menurut Wijaya Adhi adalah dengan olah raga dan rajin sembahyang.
"Dari pada uang itu kamu pakai beli sabu, mending kami pakai makan atau kegiatan positif lainya. Kasian ibu kamu yang ngasih kamu uang, tapi uangnya malah dipakai beli sabu," kata majelis hakim menasehati terdakwa.
Keterangan yang disampaikan terdakwa tersebut diperkuat dengan keterangan saksi ahli dr Harnanti yang juga menyatakan terdakwa pernah berobat ke kliniknya. Dari hasil pemeriksaan diketahui terdakwa memang benar sebagai pemakai narkoba.
“Masalah keluarga yang dihadapi terdakwa bisa merupakan pemicu terdakwa memakai sabu-sabu,” terang Harnanti.
Sementara itu jaksa penuntut umum (JPU) dalam dakwaannya mengungkapkan terdakwa yang tinggal di Jalan Tukad Batanghari Gg X No 9 Renon, Denpasar itu telah ditangkap polisi pada Senin 5 September di Jalan Merdeka Renon. Drama penangkapan terdakwa berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan ada seorang perempuan yang memiliki dan menyimpan sabu-sabu.
Dari informasi itu polisi kemudian melakukan penyelidikan sampai akhirnya berhasil membekuk terdakwa dan mengamankan barang bukti berupa SS seberat 0,2 gram yang disimpan dalam saku celana bagian belakang yang dipakai terdakwa.
Atas perbuatannya itu terdakwa dijerat dengan tiga pasal sekaligus yakni pasal 112 ayat (1), pasal 115 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun. Sidang akhirnya ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan dengan acara tuntutan dari JPU. (spy)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1085 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 418 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 374 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 334 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 277 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar