Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Buleleng Pusat Perkembangan Seni Topeng
denpasar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Internasional Mask Arts and Culture Organization, sebagai lembaga pemerhati dan pelestari seni budaya topeng dunia menilai Kabupaten Buleleng merupakan pusat perkembangan seni topeng di Indonesia.
Buleleng memiliki seni topeng Wayang Wong Tejakula yang mempunyai keunikan dan kekhasan serta tidak ada duanya di dunia, sehingga Internasional Mask Arts and Culture Organization (IMACO) menunjuk Buleleng sebagai tuan rumah pelaksanaan Konfrensi Topeng Sedunia untuk ketiga kalinya setelah Korea Selatan dan Thailand.
Dalam pelaksanaan Festival Topeng Internasional yang melibatkan 28 negara, digelar Konfrensi, Sinposium, Pameran dan Pementasan Seni Topeng yang berlangsung hingga sabtu (3/12/2011) di Eks Pelabuhan Buleleng.
Presiden IMACO Kwean Young Sae mengatakan, Buleleng merupakan lokasi ketiga pelaksanaan Konfrensi Topeng Sedunia yang berlangsung setiap tiga tahun sekali. Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian seni budaya topeng di dunia dengan anggota 58 negara.
“Indonesia memiliki beragam topeng yang tersebar, namun Buleleng memiliki seni budaya topeng yang unik dan sangat berbeda dengan topeng-topeng lainnya, terlebih lagi topeng di Buleleng telah berusia ratusan tahun dan masih tetap dilestarikan keberadaannya sebagai bagian dari sebuah ritual keagamaan,” ungkap Kwean Young Sae yang juga Wali Kota Andong Korea Selatan.
Diselenggarakannya Konfrensi Topeng Sedunia di Buleleng memiliki nilai yang strategis bagi Kabupaten Buleleng yang berada di utara Pulau Bali. Sebab selain memberikan promosi, Buleleng juga akan dikenal ke manca negara.
” Moment ini memiliki nilai yang positif, selain mengenalkan Buleleng ke manca negara kegiatan ini juga akan mampu memacu para seniman dan steakholder terkait untuk lebih mengembangkan nilai-nilai seni budaya yang diwariskan di Bali Utara,” tegas Bupati Buleleng Putu Bagiada.
Selain menggelar berbagai kegiatan melalui konfrensi, symposium maupun diskusi dengan melibatkan para peneliti, pendidik, pakar dan praktisi topeng dunia selama tiga hari penuh, kegiatan Konfrensi Topeng Dunia juga menampilkan pementasan berbagai seni bidaya topeng di Eks Pelabuhan Buleleng yang, diantaranya, Topeng Betawi, Wayang Wong, Topeng Korea, Topeng Panca Gianyar, Barong Kunti Sraya, Barong Sae. (pnd)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 651 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 610 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 458 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 445 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik