Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Kapal Luar Kapok Berlabuh di Celukan Bawang
denpasar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Denpasar. Kabupaten Buleleng memiliki pelabuhan alam Celukan Bawang yang amat potensial untuk dikembangkan. Namun banyak kapal dari luar Bali yang kapok berlabuh di sana dan memilih untuk berlabuh di pelabuhan Jawa Timur.
Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dalam acara coffe morning dengan wartawan dan pimpinan redaksi media di Bali hari ini (4/12/2011) di rumah dinas Gubernur Bali, di Denpasar.
"Pelabuhan Celukan Bawang itu pelabuhan bagus, tapi kapal makin sedikit yang sandar di sana karena costnya (biaya) tinggi. Baru sandar, ada barang yang hilang, jadi orang males ke sana. Kini kapal dari luar Bali lebih memilih untuk sandar atau berlabuh bongkar barang di pelabuhan di Jawa Timur karena lebih murah,"ujar Pastika.
Pastika mengaku heran dengan kondisi di pelabuhan Celukan Bawang Buleleng. Ia minta agar hal ini segera dibenahi.
"Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng hingga kini tidak bisa berkembang, saya tidak tau apa masalahnya di sana, kenapa kapal luar jadi kapok berlabuh di pelabuhan Celukan Bawang, bisa nggak ini segera diperbaiki. Kalau kapal-kapal dari luar beralih ke Celukan Bawang dan jika pelabuhan ini bisa bagus, maka akan bisa menggerakkan roda perekonomian di Buleleng," kata Pastika.
General Manager Pelindo 3, Iwan Sabatini, di Denpasar belum lama ini menyatakan, Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara lebih dinamis karena merupakan pelabuhan alam. (dev)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang