Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kelaparan, Kera Alas Tanah Nenggan Masuk Kampung

tabanan

Rabu, 14 Desember 2011, 20:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Kera penghuni alas (hutan) Nenggan, di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri kelaparan. Akibatnya, tanaman padi petani yang lokasinya bersebelahan dengan Alas Nenggan diserang dan dijarah puluhan  kera Alas  Nenggan. Selain itu puluhan wanara sampai masuk kampung masuk rumah warga mencari makan.

Agar tanaman padinya selamat dari ancaman puluhan kera, petani setempat menjaga dan siaga 12 jam. Selain membawa ketapel petani setempat  juga memanggul senapan angin untuk menakut-nakuti kera.

Gede Ketut Gegel salah satu petani setempat  memperkirakan jumlah populasi kera mencapai 200 ekor. "Dulu hanya ada 35 ekor dan satu pejantan. Sekarang populasinya sudah mencapai 200 ekor,"jelasnya Rabu (14/11/2011).

Dikatakannya, Populasi kera itu terbagi dalam tiga banjar (kelompok) yang masing-masing dipimpin seekor  raja.

"Kawanan kera kerap masuk kampung hingga Desa Nyambu dan Panda," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh  Nyoman Getera, pemangku Pura Yoga yang ada di tengah hutan Tanah Nenggan. Ia membenarkan  jika due (kera) masuk
perkampungan. Hal itu terjadi karena populasi kera itu kurang makanan. Terlebih masyarakat juga jarang memberi due pura itu makanan.

Ia berharap pemeritah daerah memperhatikan penghuni hutan Nenggan. Di satu sisi hutan nenggan memiliki potensi untuk dikemabangkan menjadi objek wisata baru.

“Saya yakin kalau potensi ini bisa digarap oleh pemeritah niscaya mampu menambah objek wisata Tabanan. Dan berimbas pada PAD,” jelasnya. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami