Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sebelum Jadi Dewan, Dikenal Cukong Togel di Bangli

Minggu, 8 April 2012, 20:07 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sosok Made Pudja, oknum anggota Komisi C DPRD Denpasar yang tertangkap satuan Judi Susila Polresta Denpasar, pada Sabtu (7/4/2012) perlahan mulai terkuak. Ternyata, sebelum jadi anggota Dewan, Made Pudja dikenal sebagai cukong togel di kawasan Bangli. Setelah berkecimpung 3 tahunan sebagai cukong, lelaki asal dari Banjar Yang Batu Denpasar itu mencoba melebarkan sayap ke wilayah Denpasar sejak dua bulan belakangan dan akhirnya diketahui polisi.

Sehari pascapenangkapan terhadap Made Pudja, keluarga anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Pudja langsung menutup diri. Mereka enggan berkomentar saat disambangi awak media cetak, pada Minggu (08/04).

Rumah Made Pudja terletak di Jalan Letda Reta Gang I/4 Denpasar tepat disebelah Banjar Yang Batu Kauh. Wartawan yang mencoba masuk melihat banyak keluarga berkumpul di rumah mewah berlantai dua itu. Namun, saat wartawan berupaya mendekati, sanak saudara Made Pudja enggan berkomentar. Tak hanya itu, saat wartawan menanyakan kepada kakak kandung Made Pudja, yang bersangkutan terkesan mengelak dari pertanyaan dan kebanyakan menjawab “tidak tahu”.

“Maaf saya tidak tahu, saya baru datang,” terangnya sambil berlalu. Bungkamnya sanak saudara Made Pudja ditunjukkan saudara lainnya. Mereka hanya memandangi wartawan dan tidak berkomentar sama sekali. Sementara itu, sumber tetangga made Pudja menuturkan, Made Pudja memiliki dua rumah di Jalan Letda Reta dan di Jalan Letda Ngurah Putra, Denpasar. Selama berkantor dan pulang, Made Pudja lebih banyak menghabiskan waktunya di rumahnya yang terletak di Jalan Letda Ngurah Putra. Saat ditangkap polisi, yang bersangkutan ada di sana.

Tetangga korban yang enggan disebut namanya di Koran ini mengatakan, Made Pudja memang dikenal orang baik dan bersahabat. Bahkan, Made Pudja dikenal royal kepada siapapun termasuk dekat rumahnya. Pada saat perayaan besar umat Hindu seperti Galungan dan upacara lainnya, Made Pudja kerap membagi daging babi kepada tetangga dekatnya.

“Pak Pudja orangnya ramah mas, dia biasanya sapa kita kalau lagi lewat,” beber sumber. Saat ditanya terkait penangkapan Made Pudja sebagai Bandar togel, tetangga yang ditanya tadi tidka mengetahuinya. “Masak pak Pudja ditangkap karena togel, saya tidak tahu mas,” jelasnya.

Sumber lainnya menerangkan, Made Pudja sudah lama mengelola togel sejak dilantik jadi anggota Komisi C DPRD Kota Denpasar. Peredaran togel yang dikelolanya sudah berjalan 3 tahun di kawasan Bangli. Sehingga usaha illegal Made Pudja memiliki jaringan togel hingga ke pelosok pedesaan.

"Setahu saya, sebelum dilantik dan sesudah dialntik, usahanya togel di Bangli. Jaringannya ada di desa desa,” beber sumber minta namanya dirahasiakan. Sukses berjualan togel di Bangli, Made Pudja kemudian mencoba menyasar wilayah Denpasar dan kurun waktu dua bulan ini sukses. Setiap harinya omzet jualan togel mencapai Rp 5 juta per harinya.

Dalam pelaksanaannya, Made Pudja tidak gegabah. Agar tidak terendus aparat kepolisian, Made Pudja hanya melayani pembeli pasangan besar saja. Sedangkan untuk pasangan kecil, dia percayakan kepada tangan kanannya, yakni pengecer bernama Nyoman Gatra. Tukang listrik ini sebelumnya ditangkap di rumahnya di Jalan Letda Reta, Denpasar, sebelum Made Pudja. Made Pudja juga dikenal royal terhadap Nyoman Gatra. Dia memberikan persenan kepada Nyoman Gatra sebesar 30 persen dari hasil penjualan togel.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami