Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
Hujan Lebat, Puluhan Hektar Sawah Terendam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Curah hujan yang begitu deras yang terjadi beberapa hari terakhir mengancam rusaknya padi. Para petani padi mengeluh karena air hujan telah merendam sawah mereka berakibat rusaknya bibit padi yang baru saja memasuki masa tanam.
Setidaknya puluhan hektar tanaman padi di subak sangkar agung Desa Sangkar Agung Kecamatan Jembrana terendam air. Curah hujan yang begitu deras selama dua hari mengguyur Jembrana membuat tanaman padi terendam air dan nyaris tidak terlihat dari permukaan.
Tanaman padi yang terendam akibat tingginya curah hujan ini rata-rata baru berusia satu hari. Sejumlah petani padi mengaku, air hujan merendam tanaman padi mereka baru berumur satu hari. Bahkan setiap musin hujan sawahnya selalu terendam air.
“Biasanya, kalau masa tanam begini, kami hanya butuh air sedikit, tapi hujan deras sampai air setinggi lutut. Kami sangat kawatir padi yang baru tanam ini hanyut atau busuuk,” kata I Ketut Keci (60), salah-seorang petani padi.Dimusim tanam padi kali ini, para petani khawatir bibit padi yang baru saja mereka tanam mati akibat hanyut atau membusuk oleh air hujan yang begitu deras.
Walapun sarat dengan resiko, puluhan petani Desa Sangkar Agung Kecamatan Jembrana hingga saat ini tetap melakukan aktifitas tanam bibit padi. Untuk menjaga sawahnya tidak terendam banjir, para petani hanya berusaha membuat saluran-saluran kecil untuk mengalirkan air.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4563 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2367 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2020 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1632 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun