Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Nenek 77 Tahun Sakit dan Lumpuh Disidang di PN Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang nenek Loena Kanginnadhi (77), yang tengah sakit keras dan dalam kondisi lumpuh, terpaksa menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Nenek ini didakwa terlibat dalam kasus penipuan penjualan tanah di daerah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, senilai USD 850 Ribu.
"Kami sangat menyayangkan klien kami yang seorang nenek renta dan dalam kondisi sakit sakitan terpaksa harus menghadiri sidang atas kasus yang menimpannya,"ujar Sumardan, kuasa hukum Loena (26/6/2012).
Penahanan liennya, jelas Sumardan, melanggar Peraturan Mahkamah Agung MA No 1 tahun 2000 dimana orang berusia 77 tahun lebih tidak boleh ditahan "Majelis hakim dan jaksa kami nilai arogan karena kami sudah berulangkali mengajukan penangguhan penahanan namun tidak pernah diindahkan," ujar Sumardan di PN Denpasar, Selasa (27/6/2012).
Sebagai kuasa hukum pihaknya sudah mengajukan keberatan namun Majelis Hakim PN Denpasar yang diketuai John Tony Hutauruk tetap menyidangkan perkara yang menimpa nenek yang duduk sebagai pesakitan.
Dalam sidang yang mengundang perhatian pengunjung PN Denpasar ini, hakim meminta penjelasan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan nenek yang tinggal di Perumahan Bukit Permai, Kuta Selatan, Badung itu.
Berdasarkan penjelasan Koordinator Tim Medis Rumah Sakit Sanglah Denpasar dr NyomanRatep, dari pemeriksaan terakhir diketahui Leona sudah diperbolehkan pulang dan rawat jalan. Namun penjelasan berbeda di sampaikan anggota tim medis lainnya Lely Setyawati Kurniawan yang menyampaikan bahwa terdakwa dalam kondisi sakit keras, lumpuh serta kini mengalami depresi akibat psikososial.
"Pasien banyak menghadapi kasus yang membebani, juga akibat usia lanjut seperti pikun dan vertigo," ungkap Lely, dokter ahli forensik RSUP Sanglah, Selasa (26/6/2012).
Usai mendengarkan penjelasan tim medis RSUP Sanglah, Majelis Hakim akhirnya memutuskan terdakwa dikembalikan ke Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar untuk pembantaran atau di ahan di rumah sakit pemerintah sambil nunggu surat keterangan dan penjelasan dari tim medis independen dari Ikatan Dokter Indonesua (IDI) Denpasar.
"Terdakwa dikembalikan ke Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar untuk pembantaran atau di tahan di rumah sakit pemerintah sambil nunggu surat keterangan dari dokter IDI sebagai pembanding untuk menjelaksan kondisi kesehatan terdakwa sebenarnya," tegas Majelis Hakim PN Denpasar, John Tony Hutauruk, sambil mengetuk palu menutup jalannya persidangan, Selasa (26/6/2012).
Kasus penipuan dan penggelapan ini berawal dari laporan korban Putra Masagung ke Polda Bali. Waktu itu, terdakwa Loeana dilaporkan karena tidak mengembalikan uang sebesar USD 1 juta (bukan USD 850 ribu) milik korban, terkait kasus jual beli tanah seluas 3 hektar di Jimbaran, Badung, Bali.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4470 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2264 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1568 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1250 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1018 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun