Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Jaga Kelestarian Laut, Buleleng Bentuk Pecalang Segara
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pemerintah Kabupaten Buleleng Bali membentuk pecalang segara atau pengamanan desa adat untuk wilayah laut sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir. Pecalang segara ini tergabung dalam kelompok masyarakat pengawasan kawasan pesisir yang beranggotakan pecalang dari desa-desa yang wilayahnya berbatasan dengan wilayah pesisir.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng Bali Nyoman Sutrisna menyatakan pecalang segara ini tidak hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap pelanggaran di kawasan pesisir pantai tetapi juga tempat masyarakat mengadu atau melapor jika terjadi kasus pelanggaran.
“Pecalang-pecalang yang tergabung dalam pokmaswas ini kita coba peran pemerintah dalam hal ini adalah membangun suatu tempat, yang mana tempat ini sebagai tempat orang-orang mengadu kalau ada peristiwa-peristiwa baik di pesisir pantai maupun di laut,” kata Nyoman Sutrisna.
Sutrisna menambahkan pembentukan pecalang segara ini juga sebagai bagian dari implementasi pembangunan kawasan pesisir secara berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat lokal.
Upaya pembangunan kawasan pesisir secara berkelanjutan ini juga telah dimasukkan dalam suatu awig-awig atau hukum ada masing-masing desa di kawasan pesisir pantai.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun