Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Lembaga Penyiaran Diminta Seleksi Ketat Pengobatan Alternatif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali meminta lembaga penyiaran di Bali untuk melakukan seleksi ketat terhadap penayangan acara atau iklan pengobatan alternatif.
Seruan tersebut disampaikan KPI Bali karena banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk ke KPI dan kecenderungan bahwa selama ini obat alternatif yang beredar di masyarakat tidak dilengkapi ijin edar dan belum melalui uji laboratorium dari Badan pemeriksaan obat dan makanan (BPOM).
Anggota KPI Bali Nyoman Mardika menyatakan iklan atau acara pengobatan alternatif pada lembaga penyiaran selama ini menyesatkan masyarakat karena tidak mungkin satu obat bisa menyembuhkan beragam penyakit. Selain itu penggunaan pengakuan pasien pada acara atau iklan obat alternatif juga telah melanggar kode etik.
Misalnya katakanlah AIDS dalam waktu 3 bulan bisa sembuh, itu kan tidak mungkin, atau obat penyakit dalam datang 3 sampai 5 kali bisa sembuh, tidak boleh menjanjikan hal-hal seperti itu, yang sangat di sayangkan bagi publik informasi pengobatan alternatif itu disimpulkan sebagian besar ada kebohonganya,” kata Nyoman Mardika. Mardika mengaku sangat menyayangkan bahwa justru program pengobatan alternatif dan iklan obat alternatif sangat sering ditayangkan oleh TV milik pemerintah sebagai lembaga penyiaran publik.
Menurut Mardika, Kedepan KPI Bali akan membuat suatu standar bagi penayangan pengobatan alternatif di lembaga penyiaran.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 806 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 699 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 520 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 502 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik