Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Lembaga Penyiaran Diminta Seleksi Ketat Pengobatan Alternatif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali meminta lembaga penyiaran di Bali untuk melakukan seleksi ketat terhadap penayangan acara atau iklan pengobatan alternatif.
Seruan tersebut disampaikan KPI Bali karena banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk ke KPI dan kecenderungan bahwa selama ini obat alternatif yang beredar di masyarakat tidak dilengkapi ijin edar dan belum melalui uji laboratorium dari Badan pemeriksaan obat dan makanan (BPOM).
Anggota KPI Bali Nyoman Mardika menyatakan iklan atau acara pengobatan alternatif pada lembaga penyiaran selama ini menyesatkan masyarakat karena tidak mungkin satu obat bisa menyembuhkan beragam penyakit. Selain itu penggunaan pengakuan pasien pada acara atau iklan obat alternatif juga telah melanggar kode etik.
Misalnya katakanlah AIDS dalam waktu 3 bulan bisa sembuh, itu kan tidak mungkin, atau obat penyakit dalam datang 3 sampai 5 kali bisa sembuh, tidak boleh menjanjikan hal-hal seperti itu, yang sangat di sayangkan bagi publik informasi pengobatan alternatif itu disimpulkan sebagian besar ada kebohonganya,” kata Nyoman Mardika. Mardika mengaku sangat menyayangkan bahwa justru program pengobatan alternatif dan iklan obat alternatif sangat sering ditayangkan oleh TV milik pemerintah sebagai lembaga penyiaran publik.
Menurut Mardika, Kedepan KPI Bali akan membuat suatu standar bagi penayangan pengobatan alternatif di lembaga penyiaran.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4533 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2344 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1607 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun