Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Keracunan Arak Bisa Disebabkan 3 Faktor

Senin, 10 September 2012, 17:33 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

 2 warga Bali kembali tewas usai pesta miras jenis arak di Jakan Tukad Bilok, Denpasar. Keracunan arak ini bisa disebabkan oleh 3 faktor. Apa itu? Menurut seorang mixologist (ahli mencampur minuman alkohol maupun non alkohol) dari Denpasar, Ngurah Udayana, peristiwa keracunan arak hingga menyebabkan kematian ini disebabkan oleh tiga faktor pemicu atau sumber.

"Ada berbagai faktor, pertama proses pembuatan, kedua di tingkat distribusi, dan ketiga di tingkat pengguna. Jadi ini harus ditelusuri. Sementara ini kita baru bisa menduga-duga saja,"ujar Ngurah Udayana, di Denpasar, Senin (10/9/2012).   Menurut Ngurah, di tingkat pembuat atau produsen arak Bali, kemungkinan besar arak masih murni dan belum dicampur dengan bahan lainnya. Arak kemungkinan sudah dicampur di tingkat distributor dan pengguna atau peminum arak Bali itu sendiri.

"Kalau di pembuat arak, saya rasa belumlah, tapi kalau di tingkat distribusi perlu ditelusuri di warung-warung penjual. Di tingkat pengguna juga perlu dicari tahu, apa sudah dicampur methanol atau belum? Ini yang perlu ditelusuri," jelas juara kompetisi bartender tingkat dunia ini. Arak yang dicampur methanol, kata Ngurah, sangat tidak dianjurkan di dunia mixology karena sangat berbahaya bagi tubuh peminumnya. Racun yang terkandung dalam methanol akan menyerang pusat saraf dan bisa menyebabkan kematian.

 

 

"Sekarang banyak yang dicampur dengan methanol dengan tujuan agar minumannya jadi keras, agar minum sedikit tapi cepat mabuk, ini sudah ekonomi yang bicara, keluar uang sedikit tapi cepat mabuk. Ini perlu ada penyuluhan tentang pengetahuan alkohol agar hal ini tidak terulang di kemudian hari,"pungkasnya. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami