Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
7 Bulan Tidak Bertemu Anak, WN Amerika Mogok Makan di Komnas HAM
BERITABALI.COM, BADUNG.
7 bulan tak bertemu dengan ke empat anaknya, Eli Gattenio, warga Amerika Serikat yang bermukim di Bali akan melakukan aksi mogok makan di kantor Komnas HAM Jakarta. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang dialaminya selama ini.
"Hari ini saya akan berangkat ke Jakarta, langsung ke Kantor Komnas HAM dan mogok makan di sana. Saya akan terus berada di sana siang malam, hujan maupun panas dan tidak akan makan sebelum saya bisa bertemu anak-anak saya yang tidak saya bisa ketemu selama 7 bulan lebih dan berada di rumah penampungan Kemensos. Segala cara sudah saya tempuh namun tidak berhasil," ujar Eli di kediamannya Jalan Kunti Seminyak Kuta (24/9/2012).
Menurut Eli, sejak 17 Februari lalu ke empat putrinya yakni Indigo, Hope, Joy, dan Nadia, dibawa paksa oleh mantan istrinya Sari Soraya Ruka. Saat itu ia sedang tidak berada di rumah, karena ditahan di Polda Metro Jaya, dengan tuduhan mengancam mantan istrinya lewat internet. Sejak saat itulah hingga saat ini Eli mengaku tidak bisa bertemu dengan ke empat anakny yang berada di rumah penampungan Kemensos di Jakarta.
" Dari 17 Februari anak-anak sama sekali tidak bisa dihubungi, mereka masih ada di penampungan, saya sudah coba segala cara apapun untuk bertemu mereka. Mereka telah merampas hak anak, total itu melanggar hukum. Jadi saya akan ke Komnas HAM mogok makan, hari ini saya berangka ke Jakartat dan mulai mogok makan,"ujarnya.
Eli menuding ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan anaknya untuk keuntungan pribadi. Ia menuding ada pihak yang dengan sengaja 'menyandera' anaknya demi negosiasai uang.
"Pengacara Sari, yakni Edi Sipayung, mengatakan anak saya bisa bebas kapan saja, tapi dia bilang bagaimana kompensasinya, di tanya aset-aset saya. Orang dari Kemensos juga bernegosiasi dengan saya dan bilang anak saya bisa bebas kumpul dengan saya tapi juga mereka negosiasi kompensasi uang. Semua minta uang dan tanya aset-aset saya di Bali," ujar Eli dengan nada frustasi.
Eli menjelaskan, saat ini ia sudah melepas semua aset-asetnya di Bali senilai 30 milyar kepada para pemilik tanah. Semua vila yang dikelola Eli di Bali, semuanya di atas tanah kontrakan dan semua sudah dikembalikan ke pemilik tanah. "Jadi kalau mereka tanya aset-aset saya, semua sudah tidak ada, semua sudah saya kembalikan ke pemilik tanah," Kata Eli.
Demi kebaikan anak-anaknya, Eli meminta agar mereka dilepaskan dari rumah penampungan Kemensos dan diijinkan untuk bersekolah kembali, kembali menjalani hidup normal. "Saya pasrah, jika anak-anak memang harus tinggal bersama ibunya silakan, biarkan mereka kembali ke kehidupan normal, biar bisa sekolag lagi. Jangan rampas hak-hak mereka," ujar Eli.
Prahara rumah tangga ini berawal saat Eli Gattenio (50) bercerai dengan istrinya yang bernama sari soraya ruka pada bulan Mei 2010 lalu. Sejak itu Eli menjadi orang tua tunggal mengurus sendiri keempat putrinya Indigo Gattenio (12), si kembar Hope dan Joy (10), serta Nadia yang masih berumur 4 tahun.
Bulan Maret 2011, Eli mengancam bunuh diri bersama keempat anaknya karena ia diancam akan dideportasi ke Amerika tanpa anaknya. Pada bulan Desember 2011, Eli Gattenio membuat sayembara untuk menangkap istrinya dengan hadiah Rp 50 juta
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1449 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1096 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 941 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 835 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik