Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Silakan Pilih, Mau Ular Python Goreng, Sup Kobra, atau Sate Buaya
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kawasan simpang siur Patung Dewa Ruci merupakan titik pertemuan arus lalu lintas menuju kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, Sanur yang dikenal macet. Di tengah jalur krodit ini, terselip sebuah Art Shop sekaligus rumah makan yang menyajikan berbagai masakan ekstrim yang memiliki khasiat dan cita rasa unik.
Jika datang dari arah Sanur menuju Nusa Dua tentu banyak yang memperlambat kendaraan mendekati bundaran Patung Dewa Ruci karena terjebak macet. Di sebelah selatan jalan By Pass Ngurah Rai terdapat sebuah Art Shop yang memajang berbagai kerajinan berbahan kulit ular dan terkesan sepi pelayan. Namun setelah masuk ke dalam, ternyata di dalamnya ramai “ dihuni “ ular yang ditempatkan dalam kandang khusus. Ada berbagai jenis ular berbisa yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor, siap untuk diolah menjadi hidangan dalam bentuk gorengan, sup, dan sate.
“Yang paling digemari oleh pengunjung mancanegara adalah menu fried Python, dagingnya lebih tebal dan rasanya gurih. Tidak jauh beda dengan rasa daging ayam. Sementara untuk wisatawan lokal kebanyakan mencari khasiat dari ular tersebut sebagai pengobatan “, kata salah seorang pelayan, Anita Tambunan.
Bumbu yang dipakai untuk gorengan tidak berbeda jauh dengan bumbu dasar jenis ayam goreng pada umumnya. Rempah dasar yang digunakan hanyalah bawang putih, bawang merah, kecap manis, dan jahe. Sementara olahan sate hanya memadukan unsur minyak wijen, kecap manis, serta kecap asin, selanjutnya dipanggang hingga matang.
Sedangkan untuk hidangan sup membutuhkan banyak variasi rempah dan bumbu, semua bergantung dari jenis sup yang akan diolah dan dipesan oleh pelanggan. Selain sajian berbahan ular, di sini juga tersedia daging olahan dari biawak, monyet, kalong, buaya. Semua daging selain ular memiliki jumlah yang terbatas, tergantung persediaan dan permintaan.
Tiap porsi yang tersaji terdiri dari lima potong daging, baik itu berupa sate maupun daging goreng. Semua disajikan lengkap dengan saus. Tampilannya selalu dipercantik dengan hiasan berupa irisan tomat dan sayuran. Soal harga per porsinya mulai dari 10 dolar Amerika untuk sup kobra Indonesia sampai dengan harga 30 dolar Amerika untuk Crocodile Satay atau sate buaya. Semua harga tadi belum termasuk tax dan service senilai 10 persen.
Selain memadukan Art Shop dan Restaurant, tempat ini juga menyediakan berbagai jenis ramuan tradisional. Di sini, semua pelayan merangkap menjadi penjaga Art Shop, kecuali juru masak yang khusus menangani urusan dapur. Mereka merupakan pekerja perempuan yang sudah tak mengenal rasa ragu atau takut saat mengambil serta mengolah daging ular berbisa dan selalu dibantu tongkat panjang berisikan kait pada ujungnya. Keahlian sebagai pawang ular sekaligus pemotong ular dalam mencari darah segar untuk pengobatan kadang dipertontonkan langsung di hadapan tamu secara 'On Request'. Kepiawaiannya jelas bisa dilihat dari balik kaca pembatas, pengunjung pun bebas mengambil gambar sebagai kenang – kenangan.
“Menghadapi ular kobra tekniknya biasa saja, nyantai saja. Paling dia hanya nyembur bisanya kalau kita menatap mereka “, jelas Anita. Dengan tujuh orang pramusaji berpakaian merah ditambah satu juru masak, tiap harinya Art Shop plus rumah makan kuliner dengan menu 'sangar' ini buka dari pukul 9 pagi sampai 10 malam.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 644 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 607 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 453 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik