Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Tak Ada Biaya, Bayi Hydrocepalus Dirawat di Rumah Kontrakan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Nasib malang dialami Muhamad Akbar Maulana. Bayi berumur 7 bulan asal Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana Bali ini, menderita hydrocepalus (penumpukan cairan di otak) sejak baru berumur 1 bulan. Karena tidak ada biaya, kini bayi malang ini hanya dirawat oleh kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana.
Keterbatasan biaya membuat Agus Saifudin dan Suhartina, orang tua Akbar Maulana, harus merawat buah hati di rumah kontrakannya. Hingga umur 7 bulan, sang bayi hanya dirawat orang tuanya di rumah kontrakan, di Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana Bali.
Karena tidak mendapat pengobatan, akibatnya kondisi Akbar semakin memprihatinkan. Kepalanya kian membesar. Akbar juga sering menangis kesakitan. Tak tahan melihat kondisi buah hatinya, kedua orang tuanya sempat membawa Akbar Maulana ke RSU Negara. Karena peralatan medis tidak memadai, pihak rumah sakit Negara akhirnya memberikan surat rujukan ke RSU Sanglah Denpasar.
"Saya sedih, kepala anak saya semakin membesar. Semoga saja cepat ada bantuan dari pemerintah, nanti kalau kepala anak saya tambah besar, semakin parah, kan malah tidak bisa diobati,"ujar Agus Saifudin, ayah Akbar, sambil menangis. Selama ini Akbar hanya mendapatkan bantuan tes darah dari dana jaminan kesehatan Provinsi Bali (JKBM). Biaya pengobatan JKBM tidak termasuk biaya rongsen dan biaya pengobatan lainnya. Akibat mahalnya biaya pengobatan di RS Sanglah Denpasar, akhirnya Akbar Maulana dirawat kedua orang tuanya dengan segala keterbatasan.
Kini kedua orang tua akbar hanya bisa pasrah sambil menanti bantuan dari pemerintah atau donatur, sambil terus berdoa agar Akbar bisa segera sembuh dan hidup normal.
Reporter: bbn/jbr
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun