Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Korban Bom Bali Sulit Akses Layanan Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2012, 21:45 WITA Follow
Beritabali.com

google.com (ilustrasi)

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Korban bom Bali 12 Oktober 2002 hingga saat ini masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kesehatan. Padahal para korban masih memerlukan perawatan dan pengobatan akibat luka-luka yang dialami.

Salah seorang korban bom Bali Khusnul Khotimah dalam keteranganya di Jimbaran (12/10/2012) menyatakan fasilitas pengobatan yang diberikan pemerintah melalui program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) tidak dapat digunakan. Para petugas kesehatan bahkan menolak untuk memberikan layanan dengan alasan pengobatan kulit akibat luka bakar tidak ditanggung dalam program Jamkesmas.

“memang pemerintah memberikan saya Jamkesmas, tetapi itu tidak bisa, tidak ada gunanya, dipakai berobat ke rumah sakit tidak bisa, karena alasanya keloid, keloid termasuk perawatan kecantikan, jadi saya harus bayar sendiri , jadi untuk pengobatan saya terpaksa saya harus ngutang ke sana-ke mari , karena dari kurun waktu 10 tahun dari pemerintah tidak ada perhatian sama sekali untuk korban seperti saya” papar Chusnul Chotimah

 

Chusnul Chotimah berharap pemerintah memberikan jaminan kesehatan yang penuh agar dapat melakukan pengobatan  secara rutin. Apalagi luka bakar yang dialami akibat ledakan bom mencapai 60 persen.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami