Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga dan Turis Keluhkan Semrawutnya Proyek Underpass

Rabu, 24 Oktober 2012, 21:56 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Warga dan wisatawan asing mengeluhkan semrawutnya pengerjaan proyek pembangunan jalan "underpass" atau bawah tanah di simpang Dewa Ruci Kuta, Bali. Keluhan ini antara lain muncul dari Julia, warga negara Jerman yang sedang melintas di proyek Underpass Kuta.

"Saya merasa kurang nyaman melewati proyek jalan tersebut, selain berdebu, juga banyak tanah bekas galian di pinggir jalan, ini berbahaya bagi warga yang melintas terutama warga yang mengendarai sepeda motor. Proyek jalan ini bagus untuk atasi kemacetan, tapi harus lebih rapi pengerjaannya,"ujarnya.

"Di negara saya, tidak ada proyek seperti ini. Pihak kontraktor sangat memperhatikan keselamatan pengguna jalan," imbuhnya. Keluhan serupa juga disampaikan warga yang sering melintas di proyek underpass. Salah satunya Made SUkarno, yang tinggal di Denpasar dan bekerja di daerah Nusa Dua.

"Terus terang proyek jalan ini bikin stres, sudah macet, jalannya juga berdebu. Timbunan tanah juga ada di bahu jalan. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan, apalagi jika ada hujan, pasti timbunan tanah itu jadi becek dan licin,"ujar Made.

Made berharap agar pihak pelaksana proyek bisa bekerja lebih rapi dan memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Ia meminta agar timbunan bekas galian dan genangan air di bahu jalan tiap hari dibersihkan demi keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi hal ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Dewa Ruci  Hendro Satrio, mengatakan saat ini proyek memasuki tahap pengecoran beton di bagian kiri jalan menuju Bandara Ngurah Rai.

Proyek jalan bawah tanah ini kini sudah berjalan 62 persen. "Untuk itu kami mohon maaf atas terganggunya perjalanan warga masyarakat. Termasuk juga genangan air bukan disebabkan pipa PDAM bocor, air tersebut memang disiramkan untuk disekelilingnya tidak panas dan pengguna jalan merasa lebih nyaman," ujar Hendro. Proyek jalan bawah tanah pertama di Bali yang dikerjakan sejak akhir tahun 2011 diperkirakan rampung pertengahan 2013 itu menelan dana Rp  179 miliar.

Pembangunan proyek tersebut untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah simpang Dewa Ruci, disamping untuk kepentingan menunjang pelaksanaan KTT APEC Tahun 2013 yang digelar di kawasan wisata internasional Nusa Dua.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami