Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




12-12-12, Dua Bunuh Diri, Tiga Bayi Lahir di Tabanan

Rabu, 12 Desember 2012, 20:20 WITA Follow
Beritabali.com

ncnguyana.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Dua orang ditemukan meninggal dunia dengan cara tidak wajar, Rabu (12/12) Yang pertama buruh senderan Ahmadun (35) asal Jatimulyo, Jengawah, Jember. Korban ditemukan sudah tewas dengan posisi tergantung di Gudang Pupuk, Banjar Riang Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel.

Sedangkan korban kedua, Dewa Nyoman Tangeb (85) ditemukan tewas gantung diri di kamarnya di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan. Sementara itu di tanggal yang sama 12-12-2012, tiga bayi lahir di BRSUD Tabanan. Dari tiga bayi tersebut dua diantaranya perempuan, satu laki-laki .

Tewasnya Ahmadun ditemukan pertama kali oleh rekan-rekannya sesama buruh sekitar pukul 11.00 wita, saat hendak istirahat makan siang, Rabu, (12/12). Saat ditemukan korban mengenakan baju warna ping dengan celana pendek warna hitam. Saat itu korban tergantung dengan handuk warna biru muda yang diikatkan di bambu plafon kamar tersebut. Namun anehnya dalam posisi tergantung, kaki korban sedikit menekuk dan ujung kakinya masih menyentuh meja kecil.

Informasi di lapangan menyebutkan, korban memang sudah dua hari tidak masuk kerja lantaran sakit. Pagi hari sebelum ditemukan tewas, korban dikatakan sempat berbincang dengan beberapa rekannya didepan kamar.

“Pagi sekitar pukul 06.30 sebelum kami berangkat kerja, dia (korban) sempat berbincang dan makan bersama,” ucap sepupu korban, Suyitno,(29) dibenarkan rekannya Abdul Hamid, (30)  sesama buruh. Karena korban sakit, enam  rekan lainnya sesama buruh yang tinggal di kamar tersebut kemudian berangkat kerja untuk membuat senderan di Banjar Delod Semo.

Siangnya sekitar pukul 11.00 rekannya yang lain pulang untuk istirahat. “Saat saya buka pintu, saya lihat korban sudah tergantung, saya kaget dan mundur selangkah bersama temen-teman,” ucap Diki Mahlupi (33)  yang kali pertama melihat korban. Hal itu kemudian diberitahukan kepada bos mereka yakni I Nyoman Budi Tulus, (47)  warga Riang Darma, Penebel yang lanjut menghubungi kelian adat dan kepolisian.

Wakil Sementara Kapolsek Penebel, AKP I Gede Ketut Ambara yang langsung turun ke TKP mengatakan dari hasil olah TKP unsur-unsur bunuh diri terpenuhi seperti mata terpejam, lidah menjulur dan keluar air mani. Namun pihaknya belum berani memastikan kematian korban apakah bunuh diri atau dibunuh. Lantaran ada beberapa kejanggalan seperti saat ditemukan korban tergantung dengan handuk dengan posisi agak menunduk.

“Saat ditemukan kakinya menekuk, dan kakinya masih menginjak meja kecil,” ucap Ambara. Sementara beberapa rekan korban mengatakan, korban memang ada gangguan kejiwaan dan pernah kumat beberapa kali saat bekerja di luar bali. “memang dia (korban) ada gangguan kejiwaan dan pernah kambuh,” ucap Suyitno.

Yang menarik, pagi sebelum ditemukan tewas korban sempat mengatakan akan mati setelah mendengar lolongan anjing. “Tadi pagi, pas kami kumpul bareng ada lolongan anjing, dan secara spontan dia bilang, mati dah saya, kami tidak tahu apa maksudnya,” ujar Suyitno dibenarkan rekan yang lain.

Sementara itu korban  Dewa Nyoman Tangeb (85)  yang ditemukan tewas tergantung diri di kamarnya di Banjar Kalibalang, Payangan, saat ditemukan sudah berbau dan membusuk. “Saat ditemukan sudah mengeluarkan bau dan membusuk., “ jelas AKBP Dekananto. Tiga bayi yang lahir di BRSUD Tabanan tersebut dua diantaranya adalah perempuan dan satu laki-laki. Bayi pertama berkelamin perempuan lahir normal pada pukul 09.20 dengan bobot 29 kilogram dan panjang 50 sentimeter. Merupakan buah hati dari pasangan Ni Made Suini dan Wayan Swasta asal Banjar Paku Aji Desa Gundah Kangin, Selamadeg Barat. Berselang tujuh menit kemudian seorang bayi perempuan lahir melalui proses operasi sekitar pukul 9.27 wita. Bayi ini merupakan buah hati dari pasangan Ni Gusti Ayu Yuniari dan I Kadek Agus Sudarmita dari Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Baturiti.

Bayi ketiga lahir pada pukul 10.08 berjenis kelamin laki-laki lahir dari pasangan Ni Putu Reni Verayanti dan Nyoman Putra Negara asal Banjar Subamia Kelong, Tabanan. Bayi laki-laki ini lahir pada pukul 10.08 melalui operasi dengan bobot 39 kilogram dan panjang 50 sentimeter. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami