Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Pemerintah Harus Naikkan Standar Mutu Kualitas Buah Impor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah harus menaikkan standar mutu kualitas buah impor, terutama buah impor yang masuk ke pasar-pasar tradisional. Apalagi selama ini buah impor yang masuk pasar tradisional cenderung memiliki harga murah karena kualitasnya sangat buruk.
Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. Alit Susanta Wirya dalam keteranganya di Denpasar menyatakan
seharusnya dari segi harga, harga buah impor jauh lebih tinggi dari buah lokal.
Kenyataannya harga buah impor didalam negeri jauh dibawah harga buah lokal.Hal ini menunjukkan kualitas buah impor yang masuk ke Indonesia merupakan kualitas sampah atau buangan.
“Jadi buah-buah yang gradenya bagus itu bukan ke Indonesia masuknya, ke luar ke Amerika dan sebagainnya yang memang dia menstandarisasi buah yang masuk , tetapi di Indonesia tidak seperti itu, buktinya jeruk dari China atau apel dari Jepang yang sudah tidak bagus, kalau di Jepang itu sudah menjadi makanan untuk ternak” papar Dr. Alit Susanta Wirya
Alit Susanta Wirya berharap pemerintah memberlakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap buah impor. Sebab jika dibiarkan terus maka selain merugikan masyarakat konsumen, buah impor juga akan merusak harga buah lokal.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun