Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Sumpah Cor, Dirjen Bimas Hindu Harusnya Membina
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Adanya wacana sumpah cor terkait tuduhan korupsi di lingkungan kampus IHDN Denpasar, mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Bali. Dirjen Bimas Hindu diminta turun tangan mengatasi masalah di lembaga pendidikan agama Hindu ini. Sorotan ini antara lain datang dari tokoh masyarakat Bali yang juga pinisepuh Perguruan Sandhimurti, Gusti Ngurah Harta. Ngurah Harta menyayangkan adanya konflik di tubuh lembaga pendidikan Hindu seperti IHDN.
"Saya merasa heran, di lembaga pendidikan agama muncul masalah seperti ini, tidak mencerminkan kearifan orang beragama, amat kita sayangkan. Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus Yudha Triguna, sebagai pembina harusnya turun tangan untuk menegur dan menjewer, bukannya malah mengompor-ngompori Pembantu Rektor I IHDN dengan memanggilnya ke Jakarta. Ini ada apa? ,"ujarnya di Denpasar (26/1/2013).
Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof Dr Ida Bagus Gde Yudha Triguna, kata Ngurah harta, seharusnya bisa menjadi pembina lembaga pendidikan Hindu. "Harusnya dia bisa sebagai bapak. Tapi nyatanya dalam kasus ini dia tidak bisa bersikap. Oleh karena itu Menteri Agama harus ambil sikap, ini karena Dirjen Bimas Hindu tidak bisa ambil sikap sebagai pembina dalam mengatasi persoalan ini,"tegasnya.
Ngurah Harta menambahkan, terkait sumpah cor, ini sebenarnya dulu sudah pernah dilontarkan oleh Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus yudha Triguna kepada Acarya Yogananda atau Alit Bagiasna. "Waktu itu Yudha Triguna menantang Acarya untuk sumpah cor, terkait tudingan korupsi yang dialamatkan kepada Yudha Triguna. Namun saat Acarya Yogananda menyanggupi, malah Yudha Triguna yang tidak ada respon. Ini artinya apa?"ujarnya.
Ngurah Harta menambahkan, sumpah cor menggunakan matram Temah Sang Hiang Aricandana. Yang kena sumpah cor, dampaknya minimal 2 tahun sudah terbukti dan berlaku 7 keturunan. "Itu resikonya sangat berat, ini sebabnya kenapa orang sangat ngeri dengan sumpah cor,"ujarnya. Terkait adanya larangan untuk melakukan sumpah cor di Pura Besakih, Ngurah Harta menyatakan ini sebagai hal yang lucu.
"Di Bali ada banyak persoalan yang lebih penting, tapi kenapa persoalan sumpah cor dilarang di Besakih, sementara persoalan lain seperti soal konflik lahan tanah kuburan, bentrok antar warga, konflik tapal batas desa, dan konflik adat lainnya tidak bisa diselesaikan. Ini sangat lucu menurut saya,"ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 644 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 607 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 453 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik