Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Sumpah Cor, Dirjen Bimas Hindu Harusnya Membina
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Adanya wacana sumpah cor terkait tuduhan korupsi di lingkungan kampus IHDN Denpasar, mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Bali. Dirjen Bimas Hindu diminta turun tangan mengatasi masalah di lembaga pendidikan agama Hindu ini. Sorotan ini antara lain datang dari tokoh masyarakat Bali yang juga pinisepuh Perguruan Sandhimurti, Gusti Ngurah Harta. Ngurah Harta menyayangkan adanya konflik di tubuh lembaga pendidikan Hindu seperti IHDN.
"Saya merasa heran, di lembaga pendidikan agama muncul masalah seperti ini, tidak mencerminkan kearifan orang beragama, amat kita sayangkan. Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus Yudha Triguna, sebagai pembina harusnya turun tangan untuk menegur dan menjewer, bukannya malah mengompor-ngompori Pembantu Rektor I IHDN dengan memanggilnya ke Jakarta. Ini ada apa? ,"ujarnya di Denpasar (26/1/2013).
Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof Dr Ida Bagus Gde Yudha Triguna, kata Ngurah harta, seharusnya bisa menjadi pembina lembaga pendidikan Hindu. "Harusnya dia bisa sebagai bapak. Tapi nyatanya dalam kasus ini dia tidak bisa bersikap. Oleh karena itu Menteri Agama harus ambil sikap, ini karena Dirjen Bimas Hindu tidak bisa ambil sikap sebagai pembina dalam mengatasi persoalan ini,"tegasnya.
Ngurah Harta menambahkan, terkait sumpah cor, ini sebenarnya dulu sudah pernah dilontarkan oleh Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus yudha Triguna kepada Acarya Yogananda atau Alit Bagiasna. "Waktu itu Yudha Triguna menantang Acarya untuk sumpah cor, terkait tudingan korupsi yang dialamatkan kepada Yudha Triguna. Namun saat Acarya Yogananda menyanggupi, malah Yudha Triguna yang tidak ada respon. Ini artinya apa?"ujarnya.
Ngurah Harta menambahkan, sumpah cor menggunakan matram Temah Sang Hiang Aricandana. Yang kena sumpah cor, dampaknya minimal 2 tahun sudah terbukti dan berlaku 7 keturunan. "Itu resikonya sangat berat, ini sebabnya kenapa orang sangat ngeri dengan sumpah cor,"ujarnya. Terkait adanya larangan untuk melakukan sumpah cor di Pura Besakih, Ngurah Harta menyatakan ini sebagai hal yang lucu.
"Di Bali ada banyak persoalan yang lebih penting, tapi kenapa persoalan sumpah cor dilarang di Besakih, sementara persoalan lain seperti soal konflik lahan tanah kuburan, bentrok antar warga, konflik tapal batas desa, dan konflik adat lainnya tidak bisa diselesaikan. Ini sangat lucu menurut saya,"ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4597 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1664 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun