Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Ribuan Ulat Bulu Serang Rumah Warga di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ribuan ulat bulu menyerbu rumah warga di Jalan Daha, Lumintang, Denpasar. Akibat kepungan ulat bulu sejak seminggu belakangan ini menyebabkan warga mengalami gatal-gatal.
Marini adalah salah satu warga yang diserang binatang berbulu tersebut. Ia mengaku awalnya ulat bulu itu tak begitu banyak berkeliaran disekitar rumahnya sehingga membiarkan saja ulat itu berkeliaran. "Baru pada hari keempat, jumlahnya semakin banyak dan mulai menyerang kami," ujar Marini, ketika ditemui di rumahnya di Denpasar, Selasa (19/2/2013).
Marini menuturkan, kini hampir seluruh keluarganya terkena serangan ulat bulu yang ganas tersebut. Marini bersama pihak keluarga lainnya setiap harinya mengumpulkan ulat-ulat bulu itu untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. "Ulat itu terbawa angin dan setiap hari kita bakar. Semua rumah baik kamar kita tutup. Sudah kita lapisi pakai mantel hujan, tapi tetap ulat bulu makin ganas," jelasnya.
Marini menambahkan, ulat bulu itu menggelantung di pohon nangka dan jambu air didekat rumahnya. Ia bersama warga lainnya berharap dinas terkait turun tangan untuk melakukan penanganan serangan ulat bulu ganas tersebut.
"Kami belum melapor, sebab tak tahu ke mana harus melapor. Hingga kini juga dinas terkait belum turun menangani," ungkap Marini. Tatty yang juga tetangga Marini mengungkapkan rumahnya diserang ulat bulu juga mengaku sudah berusaha membasmi serangan ulat bulu. Tatty bahkan telah berupaya hampir tiap hari membakar ulat bulu itu.
Tatty juga berharap instansi terkait cepat melakukan tindakan memusnahkan ulat bulu itu. "Sudah kita bakar tapi tetap saja banyak ulatnya. Ulat lain cepat mati kalau dibakar tapi ulat ini sulit sekali
dibakar," tegasnya.
Reporter: bbn/rob
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun