Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Mr Botax Ciptakan Lagu untuk PAS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketulusan dan kesantunan PAS (Puspayoga-Sukrawan), makin menarik hati kalangan seniman Bali. Setelah Ray Peni, giliran Mr Botax pun ikut menciptakan lagu khusus untuk PAS. Musisi bernama asli Lanang Dharma Wiweka itu secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Puspayoga-Sukrawan.
"Saya berkarir di dunia musik sejak tahun 1997. Sejak saat itu, ini baru kali pertama saya berpolitik dan menyatakan dukungan kepada seorang figure, kata Mr Botax di sela penanaman mangrove di Pantai Merta Sari, Sanur, Denpasar, Minggu sore (31/3).
Mr Botax mengaku tanpa pamrih mendukung paket yang diusung PDIP dan didukung PKS dan PNIM itu. "Politik saya dari hati, bukan uang. Saya siap mendukung tanpa meminta imbalan. Saya punya rejeki lain, hati saya tetap PAS," tegas dia. Soal alasan dukungannya terhadap Puspayoga-Sukrawan, Mr Botax teringat ketika Puspayoga masih menjabat Wali Kota Denpasar. Kala itu, Puspayoga begitu konsen terhadap dunia seni dan budaya dan kreativitas anak muda Bali.
Untuk mewujudkan dukungannya, Mr Botax mengaku akan membuat baliho yang akan dipasangnya di Sesetan. "Saya akan membuat baliho. Isinya 'PAS dihati, PAS untuk kita, PAS untuk memimpin Bali'" tutur Mr Botax. "Saya pasang baliho tidak untuk jadi caleg. Saya tetap akan dijalur seniman. Semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa menyetujuinya," demikian doa Mr Botax.
Mantan personil band Lolot ini pun menciptakan lagu khusus berjudul “Pas untuk Bali”. “Kita tidak membutuhkan pemimpin yang diakui dunia tapi tidak diakui krama Bali,” ujarnya. Lagu ini juga mengandung pesan untuk menjaga alam dan budaya Bali dengan memilih pemimpin yang pas dan tepat memenuhi kepentingan itu.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1005 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli