Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Oknum Polantas Nakal Diperiksa di Polres Badung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polda Bali membenarkan video polisi menerima suap dari turis Belanda yang beredar di youtube.com, adalah anggota polisi Polda Bali. Saat ini oknum polisi nakal ini sudah diperiksa.
Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol Syamsul Bahri membenarkan kejadian yang ada di video youtube.com tersebut. Syamsul menegaskan, oknum polantas tersebut sudah diamankan dan diperiksa di Polres Badung. “Dia sudah ditahan dan masih diperiksa,” ujarnya pada Rabu (3/4/2013).
Video berjudul Polisi Korupsi di Bali (Corruption in Bali) yang berdurasi 4:49 menit itu diduga sengaja direkam bule tersebut. Dari rekaman video itu terlihat seorang turis melaju sepeda motor yang dikendarainya melintas di perempatan Petingget, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Setelah tiba diperempatan, Petingget, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, seorang anggota Polantas menghentikannya dan menggiringnya masuk kedalam pos jaga.
Masih dalam rekaman video, di dalam pos jaga, oknum Polantas lalulintas itu terlihat sangat mahir berbahasa Inggris. Terjadi percakapan serius dan oknum Polantas itu menanyakan kepada turis tadi apa kesalahannya. Beginilah kira-kira kata oknum Polantas itu kepada turis tersebut. "Anda tahu apa kesalahannya, pertama anda tidak pakai helm. SIM, pasti ketinggalan di hotel atau vila.”
Dari pembicaraan itu juga, oknum Polantas bertubuh kurus dan berkulit hitam itu meminta kepada turis agar membayar denda di pengadilan sebesar Rp 1.250.000. Namun kalau harus membayar kepadanya cuma Rp 200.000. Apabila membayar Rp 200.000 ribu, oknum Polantas tadi menjamin tidak akan ditilang oleh polisi walaupun tidak mengenakan helm.
Akhirnya turis warga Belanda bernama Vander Spek itu memberikan uang lima puluh ribuan sebanyak 4 lembar. Kenakalan oknum Polantas itu tidak berhenti sampai disitu saja. Saat bule tersebut mengaku akan jalan jalan dan mau minum bir, dia justru menawarkan bule tersebut untuk minum bir di pos jaga. Bahkan oknum Polantas itu bersedia membeli beberapa botol bir dari uang sogokan tersebut.
Tak lama kemudian, oknum Polantas tersebut keluar dari pos jaga dan kembali beberapa menit kemudian sambil membawa empat botol bir. Saat mereka minum, oknum Polantas sempat berkelakar sambil menunjukkan sisa uang Rp 100 ribu ditangannya. “Ini uang seratus ribu saya belikan bir dan seratus ribu lagi saya akan serahkan ke pemerintah," ucapnya sambil tertawa.
Tak lama mereka membuka satu botol bir, munculah salah satu anggota Polantas lainnya dan ikut nimbrung sambil mengambil rokok sebungkus. Parahnya, oknum Polantas tersebut tidak mengetahui tindakan pelanggarannya sudah direkam bule tersebut. Justru dengan percaya diri dia malah berkoar koar dan mengaku dalam sehari telah menilang dua turis asing yang melakukan pelanggaran. Dari salah seorang turis dia mendapatkan uang Rp 300.000.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video tentang aksi '86' atau damai dengan uang di tempat antara seorang oknum polisi dengan seorang turis Belanda beredar di situs youtube.com. Usai menilang turis, oknum polisi di Bali ini kemudian mentraktir turis Belanda minum bir di pos jaga. Video dengan judul "Polisi Korupsi di Bali / Corruption police in Bali" ini diunggah ke situs Youtube.com sejak 1 April 2013.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang