Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 31 Agustus 2026
Pilot Maupun Pramugari Tidak Memberitahu Pesawat Celaka
BERITABALI.COM, BADUNG.
Salah seorang penumpang bernama Dewi mengaku peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air yang tergelincir sesaat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali berlangsung sangat cepat.
Perempuan asal Manado bahkan merasakan goncangan pesawat sangat kuat. Anehnya menurut Dewi, pihak pilot maupun pramugari tidak memberitahu para penumpang peristiwa itu terjadi. "Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba nyemplung ke laut. Saat mau landing, tiba-tiba saya lihat lautnya dekat banget. Tiba-tiba prak-prak, kepala saya terbentur," ujar, ketika ditemui di RSUP Sanglah, Sabtu (13/4/2013) sore.
Dewi menuturkan, ia datang ke Bali hendak berlibur. Pasca Lion Air itu nyemplung, ia bersama penumpang lainnya langsung berlarian mengambil pelampung. Para penumpang, kata Dewi, semua berdesakan ke luar melalui pintu darurat sayap pesawat. "Semua panik, karena tidak ada pemberitahuan. Semua berenang pakai pelampung," imbuhnya.
Menurut Dewi, seluruh penumpang panik dan berteriak histeris. Dewi mengaku juga melihat ada beberapa penumpang yang mukanya berdarah-darah. "Kalau tidak salah, salah seorang penumpang jari kakinya putus," jelasnya sambil menahan sakit di kepalanya akibat benturan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4751 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2557 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2192 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1812 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1237 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun