Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pilot Maupun Pramugari Tidak Memberitahu Pesawat Celaka
BERITABALI.COM, BADUNG.
Salah seorang penumpang bernama Dewi mengaku peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air yang tergelincir sesaat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali berlangsung sangat cepat.
Perempuan asal Manado bahkan merasakan goncangan pesawat sangat kuat. Anehnya menurut Dewi, pihak pilot maupun pramugari tidak memberitahu para penumpang peristiwa itu terjadi. "Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba nyemplung ke laut. Saat mau landing, tiba-tiba saya lihat lautnya dekat banget. Tiba-tiba prak-prak, kepala saya terbentur," ujar, ketika ditemui di RSUP Sanglah, Sabtu (13/4/2013) sore.
Dewi menuturkan, ia datang ke Bali hendak berlibur. Pasca Lion Air itu nyemplung, ia bersama penumpang lainnya langsung berlarian mengambil pelampung. Para penumpang, kata Dewi, semua berdesakan ke luar melalui pintu darurat sayap pesawat. "Semua panik, karena tidak ada pemberitahuan. Semua berenang pakai pelampung," imbuhnya.
Menurut Dewi, seluruh penumpang panik dan berteriak histeris. Dewi mengaku juga melihat ada beberapa penumpang yang mukanya berdarah-darah. "Kalau tidak salah, salah seorang penumpang jari kakinya putus," jelasnya sambil menahan sakit di kepalanya akibat benturan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan