Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Inilah Skema Evakuasi Bangkai Pesawat Lion Air

Badung

Minggu, 14 April 2013, 21:12 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Tuban. Bangkai pesawat Lion Air yang jatuh kemarin sore sesaat sebelum mendarat di Bandara Ngurah Rai hingga kini masih diposisi seperti semula sebelum akan dievakuasi.

Terkait evakuasi burung besi itu, anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Masruri menyatakan sudah diputuskan rencana evakuasi bangkai pesawat berlambang singa terbang itu. Masruri mengaku pesawat naas yang membawa 101 penumpang dan 7 kru pesawat itu akan dievakuasi ke Pantai Kelan.

Dipilih Pantai Kelan, kata Masruri karena Pantai Kelan berjarak sangat dekat yakni sekitar 5 kilometer lokasi pesawat yang kini semakin terendam itu. "Sudah diputuskan tadi malam, pesawat akan dievakuasi ke Pantai Kelan. Sedang dipelajari oleh operator kapal. Nanti akan ditarik oleh kapal," ujarnya, Minggu (14/4/2013).

Masruri mengaku skema dan opsi itu kini tengah dipelajari oleh pihak terkait. Menurutnya, rencana evakuasi itu sebisa mungkin meminimalisasi kerusakan, utamanya terumbu karang dan habitat laut lainnya. "Nanti kita pelajari dulu. Kita ingin meminimalisasi kerusakan seperti terumbu karang dan lain-lain," imbuh Masruri.

Terkait dugaan sementara penyebab kerusakan, Masruri belum dapat menjelaskannya. "Kami baru melakukan mengumpulkan data. Investigasi harus secara profesional dalam melakukan analisis. Kami tidak akan melakukan satu kesimpulan tergesa-gesa," jelasnya.

Bagi Masruri, hasil investigasi nantinya harus mendekati fakta yang sesungguhnya terjadi sesuai kenyataan yang ada. "Hasil investigasi harus mendekati sesungguhnya dengan kenyataan yang ada. Rekomendasi yang akan kami keluarkan nanti seperti itu," tutupnya. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami