Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
e-KTP Bisa Difotocopy, Untuk Verifikasi Butuh Card Reader
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Adanya surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP yang menegaskan bahwa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) hanya bisa difotocopy satu kali saja dan jika dilakukan fotocopy berulang-ulang maka "chip" yang penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca komputer menimbulkan polemik.
Surat edaran ini menimbulkan keresahan di masyarakat karena sebelumnya tidak ada sosialisasi. Jimmy warga kelurahan Lelateng, Negara, Jembrana, misalnya sudah empat kali memfotocopy e-KTPnya. "Saya sudah fotocopy e-KTP sampai empat kali untuk urusan perbankan," keluh Jimmy.
Sementara itu Andrari Grahitandaru, Kepala Program E-Voting Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ketika dihubungi Beritabali.com menyampaikan bahwa BPPT sudah menyampaikan klarifikasi terkait pernyataan Mendagri tersebut.
"BPPT sudah menyampaikan bahwa e-KTP dapat difotokopi tanpa merusak chip yang ada di dalamnya," ujar Andrari.
Lebih lanjut Andrari Grahitandaru yang getol memperkenalkan e-Voting untuk menggantikan sistem pemilihan konvensional ini menyampaikan bahwa budaya untuk foto copy KTP sebagai syarat adminstrasi sampai saat ini tidak dapat dihindari dan memang perlu.
"e-KTP mempunyai manfaat utama sebagai bukti hukum yang sah apakah KTP tersebut adalah miliknya karena e-KTP menyimpan data biometrik pemilik e-KTP yang tersimpan dalam Chip elektronik. Dan untuk memanfatkan bukti verifikasi tersebut diperlukan card reader e-KTP," jelasnya.
Sementara itu I Putu Agus Swastika, M.Kom praktisi IT yang juga Direktur STMIK Primakara Denpasar menyampaikan bahwa maksud dari Mendagri agar tidak memfotocopy e-KTP lebih kearah harus dimulainya pemanfaatan card reader untuk memastikan e-KTP tersebut valid.
"Memang pernyataan e-KTP tidak boleh difotocopy karena merusak chip itu keliru, namun dalam edaran beliau ada tersurat keharusan bagi lembaga atau badan usaha menyiapkan card reader untuk membaca data e-KTP" jelas Agus Swastika.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun