Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Megawati: Banyak Pejabat Negara Kini Dilanda Emosi Jiwa
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa negara ini kini sedang dilanda emosi jiwa. Menurut Mantan Presiden RI ke-5 dihadapan sekitar 2 ribu massa mengaku saat ini banyak pejabat negara, penegak hukum di Indonesia sedang emosi jiwa.
Emosi jiwa, kata Megawati justru terjadi pada pejabat dan terutama pejabat incumbent yang sudah emosi jiwa. Juga terjadi pada para petugas Pilkada, seperti KPU, Panwas dan sebagainya. Emosi jiwa menurut Mega adalah ketika berkuasa, semuanya lupa diri, lupa daratan dan sebagainya.
"Ketika mereka berkuasa, semuanya menjadi tidak waras, dan kemudian mengidap penyakit emosi jiwa," ujar Megawati, dalam kampanye terbuka paket PAS di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (9/5/2013).
Megawati menuturkan, petugas Panwas dan KPU sejak awal tidak pernah konsisten terhadap aturan dan UU dan semuanya bisa diatur sesuai dengan kekuasaan politik. Panwas, bagi Megawati tidak pernah jujur melakukan tindakan pengawasan.
"Pak Jokowi misalnya mau datang ke Bali, dituduh tidak mengantongi izin. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang hanya ingin mengantar saya ke Desa Pengastulan juga takut dituduh pejabat negara tidak mengantongi izin. Pertanyaan saya, apakah Jero Wacik, Agung Laksono, Cicip Syarif Sutardjo, yang datang ke Bali melakukan kampanye juga mengantongi izin atau tidak, jangan sampai peraturan tersebut hanya berlaku untuk kandidat tertentu dan merugikan kandidat lain," sindir Megawati.
Megawati menuturkan jika pada tahun 2004 lalu, seluruh proses demokrasi juga penuh dengan kecurangan dimana KPU tidak pernah netral. "Itulah sebabnya saya kalah di tahun 2004. Semuanya masuk politik uang. Permainannya sangat luar biasa," jelasnya.
Pilkada Bali, menurut Megawati paket PDIP yakni AAN Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS)adalah kandidat paling miskin dan sama dengan Made Mangku Pastika, hartanya juga tidak seberapa.
"Tetapi kenapa saat proses suksesi berlangsung, ada banyak uang berkarung-karung, dibagikan kepada pemilih. Ada lagi incumbent menggunakan fasilitas negara dan sebagainya untuk kepentingan politik sesaat dan sebagainya," tegasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5533 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1156 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan