Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Lapas Diminta Pisahkan Napi Narkoba dan Terorisme
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan pemisahan penahanan antara narapidana (Napi) narkoba dan terorisme . Permintaan tersebut disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghindari terjadinya kerjasama antara napi narkoba dan terorisme saat berada dalam tahanan ataupun setelah mereka keluar dari tahanan.
Direktur Penindakan BNN Benny Mamoto dalam keteranganya disela-sela pertemuan ketiga Asean Airport Interdiction Task Force di Pecatu Bali (20/5/2013) mengatakan penggabungan napi narkotika dengan teroris di dalam satu ruang tahanan di lapas memungkinkan terjadinya kerjasama dari para pelaku kejahatan. Sehingga tidak menutup kemungkinan Bandar narkotika akan membiayai aksi-aksi terorisme.
“sehingga apabila ada simbiosis mutualisme antara sindikat narkoba dengan jaringan terror maka sumber pendanaanya akan lebih mudah dan ini akan sangat rawan, salah satu bentuk kewaspadaan yang sudah dibangun adalah dari BNPT bekerjasama dengan Kumham untuk mewaspadai para napi di Lapas” ujar Benny Mamoto.
Direktur Penindakan BNN Beny Mamoto mengakui BNN sendiri kini juga sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus pencucian uang dari bisnis narkoba. Sebab tidak menutup kemungkinan uang dari bisnis narkoba dimanfaatkan oleh pelaku teror.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun