Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Cuaca Buruk, Empat Nelayan Nyaris Tenggelam
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Akibat cuaca buruk yang melanda perairan Jembaran sejak sebulan belakangan ini, seorang nelayan tradisional asal Desa Perancak, Negara, Minggu (9/6/2013) siang tenggelam karena jukungnya terbalik dihantam gelombang setinggi tiga meter. Beruntung nelayan tersebut bisa diselamatkan oleh nelayan lain dan warga sekitar. Sementara puluhan nelayan lainnya tidak bisa menepi dan terombang-ambing di tengah laut hingga empat jam karena ombak tinggi disertai angin kencang.
Peristiwa tersebut menimpa Wayan Bagia (50) seorang nelayan tradisional asal Banjar Lemodang, Desa Perancak, sekitar pukul 10.00 wita. saat itu Bagia sehabis memancing dengan menggunakan jukung bermaksud pulang kerumahnya bersama puluhan nelayan lainnya. Namun setiba sekitar 300 meter dari pinggir pantai, cuaca tiba-tiba buruk dan terjadi gelombang tinggi disertai anggin kencang. Tanpa diduga-duga, gelombang setinggi tiga meter menghantam jukungnya yang berlayar paling depan.
Akibatnya perahunya terbalik dan Bagia terpental sekitar dua meter dari perahunya. Bagia berusaha menggapai perahunya yang terbalik, namun gagal dan tenggelam. Melihat kejadian tersebut sejumlah nelayan yang berada di belakang Bagia berusaha memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkannya. Sementara Jukung yang terbalik tersebut diselamatkan oleh warga yang kebetulan berada di pesisir pantai.
Dengan kejadian tersebut Bagia mengalami luka gores panda bagian pinggang kiri akibat berbenturan dengan jukung saat gelombang tinggi mengantam. Sementara jukung miliknya pecah pada bagian dasar dan seluruh perlengkapan memancing berikut hasil tangpannya hilang disapu gelombang. Beruntung mesin jukung miliknya masih bisa diselamatkan, meskipun mengalami rusak akibat kemasukan air laut. Akibat kejadian tersebut Bagia mengaku menderita kerugian hingga Rp 2 juta rupiah.
Karena gelombang tinggi disertai anggin, puluhan nelayan tradisonal yang berada di belakang bagia memutuskan untuk tidak menepi lantaran sangat membahayakan. Akibatnya puluhan nelayan tersebut terombang-ambing di tengal laut hingga hampir empat jam. Baru sekitar pukul 13.00 wita bebera nelayan berhasil menepi dengan memutar haluan lebih jauh dari biasanya.
“ Saya sempat terombang-ambing di tengah laut sampai empat jam karena tidak berani menepi. Di tengah gelombangnya tinggi dan anginnya sangat kencang,"tutur Wayan Lara.
Menurut Bagia, awalnya saat dia pergi melaut Minggu kemarin sekitar pukul 03.00 subuh, cuaca di perairan Perancak sangat baik.
“ Saat saya turun hendak mancing cuaca sangat baik, tidak ada angin dan gelombang makanya saya berani melaut. Namun saat saya kembali, tiba-tiba angin bertiup kencang dan gelombangnya tinggi. Saya panik dan tiba-tiba ombak tinggi menghantam jukung saya dari belakang,” terangnya yang mengaku untuk sementara dirinya istirahat melaut guna memperbaiki jukungnya sambil menunggu cuaca membaik kembali.
“ Untung saya ditolong oleh nelayan lain, kalau tidak mungkin saya sudah tenggelam,"tambahnya.
Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana saat di lokasi kejadian mengatakan, sejak sebulan belakangan ini cuaca buruk terus menghantui perairan Jembrana. Bahkan sejak dua minggu belakangan ini, cuaca di perairan Jembrana sulit dipridiksi. Terkadang tenang, namun tiba-tiba muncul gelombang tinggi disertai angin kencang. Kondisi cuaca tidak menentu tersebut Menurut Wijana tentu saja menyulitkan para nelayan untuk melaut, jika dipaksakan tentunya sangat membahayakan keselamatan para nelayan.
“ Tapi meskipun cuaca sulit dipridiksi, nelayan tetap saja nekat melaut. Mingkin karena desakan kebutuhan keluarga, padahal saya sudah wanti-wanti untuk selalu waspada terhadap cuaca jika ingin melaut,” terangnya.
Karena cuaca buruk belakangan ini menurut Wijana dalam dua minggu ini sedikitnya empat nelayan tadisional di Desa Perancak tenggelam karena perahunya dihantam gelombang tinggi, beruntung keempat nelayan tersebut bisa diselamatkan oleh warga serta nelayan lain.
“ Terhadap para nelayan yang mengalami musibah pemerintah desa telah membantu dana sekedar pengganti perlengkapan pancingnya yang hilang,” pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang