Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Siswi SMP Jembrana Jadi Korban Bisnis Seks Terselubung
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
su terkait adanya dugaan kasus Human Trafficking atau perdagangan manusia di Jembrana yang melibatkan salah seorang warga asing asal Jepang yang tinggal di wilayah Jembrana, terhadap belasan anak di bawah umur ternyata mendapat perhatian serius dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).
Untuk mengungkap kasus yang sangat meresahkan ini Komnas PA bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Denpasar dan Jembrana telah melakukan investigasi.
Dari hasil investigasi tersebut, diketahui di Jembrana telah terjadi kasus human trafficking terhadap belasan anak di bawah umur. Bahkan dari temuan, diduga kasus ini dilakukan secara terorganisir dengan baik. Sebagian besar korbannya adalah berstatus pelajar SMP.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, Sabtu (13/7) saat melakukan investigasi bersama LPA Jembrana, Made Sueca Antara di beberapa tempat di wilayah Jembrana.
Dalam kesempatan tersebut Arist juga menyampaikan keyakinannya bahwa di Jembrana sejak beberapa tahun ini telah terjadi perlakuan tidak manusiawi terhadap remaja wanita yang masih di bawah umur dengan dalih pelaku membantu biaya sekolah korban, maupun biaya berobat orang tuannya.
“Tapi buntut-buntutnya korbannya diajak berhubungan intim, bahkan ada indikasi diperjualbelikan sesuai fakta yang kita dapatkan di lapangan,” ujarnya.
Keyakinan ini dapatkan berdasarkan investigasi dan termasuk pengakuan beberapa korban yang sempat dimintai keterangannya. Beberapa korban yang berhasil di temuinya, rata-rata mengaku sempat diajak berhubungan intim oleh warga asing tersebut dengan diberikan imbalan uang antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta lebih.
"Fakta ini saya dapat setelah mendengar langsung keterangan dari korban,” terangnya.
Seluruh korban menurut Arist rupanya kenal dan menjalin hubungan dengan orang asing tersebut melalui orang lain dan ada juga melalui bibinya serta orang tuanya sendiri. Dan hal tersebut dilakukan secara terstruktur.
Terkait dengan temuan tersebut, pihaknya sesegera mungkin menindaklanjuti kasus ini ke ranah hukum guna menyelamatkan anak-anak Jembrana. Yang jelas menurut Arist kedatangannya di Jembrana adalah untuk mencari kebenaran terhadap kasus tersebut.
Dirinya berkeyakinan human trafficking di Jembrana terjadi secara terstruktur. Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk membuka diri terhadap kasus ini sehingga anak-anak di Jembrana dapat dijamin masa depannya.
Sementara itu Ketua Pokja LPA Jembrana, Made Sueca Antara mengatakan, kesimpulan bahwa di Jembrana telah ada kasus human traffiking tersebut berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya selama enam bulan lebih.
Dalam melakukan investigasi tersebut, pihaknya selalu berkordinasi dengan LPA Denpasar dan Komnas PA Jakarta.
“Kami akan terus mengumpulkan bukti-bukti termasuk meminta keterangan korban-korban lainnya, sehingga kasus ini benar-benar bisa terungkap,"pungkasnya. (jsp)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan