Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anjing Penggigit Warga Petulu Positif Rabies

Rabu, 17 Juli 2013, 18:55 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Hasil Uji Laboratorium di Balai Veteriner Denpasar menunjukkan bahwa anjing yang menggigit 5 orang warga di Petulu Gianyar positif rabies. Anjing yang positif rabies tersebut juga dipastikan merupakan anjing liar dan belum mendapatkan vaksin.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra ketika di hubungi melalui telephon (17/7/2013) mengatakan  keberadaan anjing liar selama ini menjadi salah satu kendala dalam upaya pengendalian rabies di Bali.

Anjing liar tersebut umumnya tinggal di hutan, di semak-semak dan tebing. Saat lapar mereka akan turun ke perkampungan atau kota untuk segera mencari makan.


virus rabies ini masa inkubasinya lama, mungkin anjing ini dulunya itu pernah tergigit oleh anjing rabies, anjing ini anjing yang bersembunyi di hutan-hutan di tebing-tebing, selama ini dia diam disana dengan membawa virus rabies, sekitar enam bulan atau satu tahun, mungkin yang diam disana itu punya anak dan tergigit, karena ibunya rabies maka anaknya juga rabies” papar Putu Sumantra.

Sumantra menyebutkan hingga Juli 2013 ini di Bali baru ditemukan 2 kasus positif rabies. Semuanya berasal dari anjing liar. Sebelumnya pada Selasa kemarin 5 warga asal Dusun Kutuh Kelod, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar digigit anjing.

Dua dari 5 warga yang digigit tersebut mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit sedangkan yang lainnya hanya dirawat di rumah masing-masing. (mlt)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami