Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Cewek Pendatang Marak, Polisi Gelar Operasi Yustisi
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Mendoyo. Kebijakan pemerintah Jawa Timur untuk menutup tempat-tempat maksiat termasuk lokalisasi di daerahnya, ternyata berimbas bagi Jembrana. Terbukti sejak dua minggu belakangan ini Jembrana diserbu oleh penduduk pendatang, terutama dari kalangan wanita. Para wanita pendatang ini, seluruhnya bekerja di tempat hiburan malam atau sejumlah kafe yang ada di Jembrana.
Ini dibuktikan saat jajaran Polsek Mendoyo, Minggu (10/11) sore menggelar oprasi yustisi dengan menyasar sejumlah tempat kos dan kafe yang ada di wilayah hukum Polsek Mendoyo. Oprasi yustisi yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Mendoyo, Iptu Nyoman Dania, melibatkan belasan personil baik yang berpakaian dinas maupun preman.
Lokasi yang pertama kali didatangi petugas adalah rumah kos-kosan yang berada di belakang kafe Rai Mai, Desa Delod Berawah, Mendoyo. Saat petugas memasuki halaman kos-kosan tersebut, sejumlah wanita yang seluruhnya bekerja di sejumlah kafe di Delod Berawah malah lari tunggang langgang.
Beberapa cewek kafe yang kebetulan berada di dalam kamar bersama pasangannya, gagal kabur lantaran keburu ketahuan petugas. Satu-satu penghuni delapan kamar kos tersebut dikumpulkan petugas, termasuk pasangannya untuk diperiksa identitasnya.
Dari pendataan tersebut sedikitnya ada lima wanita yang mengaku baru seminggu datang ke Jembrana untuk bekerja sebagai pelayan kafe di kawasan Delod Berawah. Kepada petugas mereka mengaku sebelum datang ke Jembrana bekerja di tempat hiburan malam di Jawa.
“ Saya baru seminggu bekerja di sini pak, sebelumnya saya bekerja di Jawa. Ada teman yang mengajak ke sini,” ujar Dewi salah seorang waitris asal Jawa Timur kepada petugas.
Pernyataan Dewi dibenarkan oleh KM, pemilik kafe di tempatnya bekerja. Menurut KM, seminggu yang lalu dirinya baru saja menerima tiga wanita baru bekerja sebagai pelayan cafe.
“ Dua hari lagi akan datang dua karyawan baru dari jawa,” terangnya.
Dari tempat kos tersebut, petugas kemudian menyasar tempat kos lainnya di kawasan Delod Berawah. Sayang sejumlah tempat yang didatangi nampak kosong karena para penghuninya telah kabur duluan. Petugas kemudian menyasar sejumlah tempat kos di kawasan Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Hasilnya Sejumlah wanita mengaku baru sekitar seminggu tinggal di Jembrana.
Saat ditata, Keseluruhan pendatang tersebut memiliki KTP dan mengaku telah melapor kepada kepala lingkungan setempat.
Kapolsek Mendoyo, AKP Wayan Sinaryasa melalui Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Nyoman Dania seijin Kapolres Jembrana kemarin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihak polsek disamping giat oprasi jalan raya. Kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjada keamanan dan ketertiban di masyarakat, termasuk penyusupan pelaku-pelaku kejahatan yang memanfaatkan tempat hiburan malam dan rumah kos.
“ Namun dalam oprasi kita tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Tapi giat ini akan terus kita lakukan untuk antisipasi sekaligus mendata penduduk pendatang di Jembrana,” pungkasnya.(Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1279 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 994 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 823 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 745 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik