Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cewek Pendatang Marak, Polisi Gelar Operasi Yustisi

jembrana

Minggu, 10 November 2013, 20:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Beritabali.com. Mendoyo. Kebijakan pemerintah Jawa Timur untuk menutup tempat-tempat maksiat termasuk lokalisasi di daerahnya, ternyata berimbas bagi Jembrana. Terbukti sejak dua minggu belakangan ini Jembrana diserbu oleh penduduk pendatang, terutama dari kalangan wanita. Para wanita pendatang ini, seluruhnya bekerja di tempat hiburan malam atau sejumlah kafe yang ada di Jembrana.

Ini dibuktikan saat jajaran Polsek Mendoyo, Minggu (10/11) sore menggelar oprasi yustisi dengan menyasar sejumlah tempat kos dan kafe yang ada di wilayah hukum Polsek Mendoyo. Oprasi yustisi yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Mendoyo, Iptu Nyoman Dania, melibatkan belasan personil baik yang berpakaian dinas maupun preman.

Lokasi yang pertama kali didatangi petugas adalah rumah kos-kosan yang berada di belakang kafe Rai Mai, Desa Delod Berawah, Mendoyo. Saat petugas memasuki halaman kos-kosan tersebut, sejumlah wanita yang seluruhnya bekerja di sejumlah kafe di Delod Berawah malah lari tunggang langgang.

Beberapa cewek kafe yang kebetulan berada di dalam kamar bersama pasangannya, gagal kabur lantaran keburu ketahuan petugas. Satu-satu penghuni delapan kamar kos tersebut dikumpulkan petugas, termasuk pasangannya untuk diperiksa identitasnya.

Dari pendataan tersebut sedikitnya ada lima wanita yang mengaku baru seminggu datang ke Jembrana untuk bekerja sebagai pelayan kafe di kawasan Delod Berawah. Kepada petugas mereka mengaku sebelum datang ke Jembrana bekerja di tempat hiburan malam di Jawa.

“ Saya baru seminggu bekerja di sini pak, sebelumnya saya bekerja di Jawa. Ada teman yang mengajak ke sini,” ujar Dewi salah seorang waitris asal Jawa Timur kepada petugas.

Pernyataan Dewi dibenarkan oleh KM, pemilik kafe di tempatnya bekerja. Menurut KM, seminggu yang lalu dirinya baru saja menerima tiga wanita baru bekerja sebagai pelayan cafe.

“ Dua hari lagi akan datang dua karyawan baru dari jawa,” terangnya.

Dari tempat kos tersebut, petugas kemudian menyasar tempat kos lainnya di kawasan Delod Berawah. Sayang sejumlah tempat yang didatangi nampak kosong karena para penghuninya telah kabur duluan. Petugas kemudian menyasar sejumlah tempat kos di kawasan Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Hasilnya Sejumlah wanita mengaku baru sekitar seminggu tinggal di Jembrana.

Saat ditata, Keseluruhan pendatang tersebut memiliki KTP dan mengaku telah melapor kepada kepala lingkungan setempat.

Kapolsek Mendoyo, AKP Wayan Sinaryasa melalui Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Nyoman Dania seijin Kapolres Jembrana kemarin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihak polsek disamping giat oprasi jalan raya. Kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjada keamanan dan ketertiban di masyarakat, termasuk penyusupan pelaku-pelaku kejahatan yang memanfaatkan tempat hiburan malam dan rumah kos.

“ Namun dalam oprasi kita tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Tapi giat ini akan terus kita lakukan untuk antisipasi sekaligus mendata penduduk pendatang di Jembrana,” pungkasnya.(Jsp)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami