Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Budaya Wani Piro Racuni Birokrasi Indonesia

yogyakarta

Minggu, 17 November 2013, 18:11 WITA Follow
Beritabali.com

inilah.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

 

Beritabali.com, Yogyakarta. Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto menegaskan, budaya "wani piro" (berani berapa) meracuni birokrasi di Indonesia seperti lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif dan lembaga penegak hukum lainnya.

Lembaga-lembaga tersebut dinilainya sudah terkontaminasi budaya wani piro sehingga merajalelanya korupsi di Indonesia.

"Lembaga yudikatif sebagai penegak hukum tidak lagi bisa menjadi benteng terakhir pemberantasan korupsi. Sebab, mereka juga terlibat korupsi," tandas Sidarto saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di alun-alun Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu malam.

Penegasan politikus PDIP bekas ajudan Presiden Soekarno itu merujuk pada sebuah iklan rokok di televisi dengan slogan "Wani Piro?". Hal ini dinilainya memberikan gambaran betapa budaya itu sudah mengakar di semua kalangan dan korupsi merajalela di Indonesia.

Dia mengungkapkan, di lembaga eksekutif sudah banyak menjadi contoh terjadi korupsi. Banyak wali kota, bupati, dan gubernur yang menjadi pesakitan dan berhadapan dengan hukum karena korupsi.

Sidarto sangat prihatin atas kejadian ini terlebih lagi dengan tertangkapnya mantan Ketua MK Akil Mochtar dalam kasus sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Lebak. "Benteng keadilan terakhir seakan-akan runtuh semua," tutur ketua MPR.

Dia meminta agar seluruh elemen masyarakat termasuk pejabat negara untuk kembali ke semangat para pendiri bangsa yang mau meninggalkan gelarnya untuk kemajuan bangsa.

"Pak BK (Bung Karno), Hatta, dan Sutan Syahrir meninggalkan gelarnya untuk Indonesia merdeka," tambahnya. [bbn/inilah]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami