Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Kuta Perlu Rekayasa Lalu Lintas Ekstrem
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagai daerah tujuan wisata favorit, kawasan wisata Kuta kini sering dilanda persoalan kemacetan. Untuk mengatasi hal ini, perlu ada rekayasa lalu lintas ekstrem di kawasan Kuta. Pendapat ini disampaikan ahli infrastruktur dan transportasi publik Bali yang juga calon DPD Bali, AA Putu Ngurah Wirawan, di Kuta, Selasa (25/3/2014).
Menurut Ngurah Wirawan, persoalan kemacetan lalu lintas yang dihadapi Kuta kini semakin parah. Tak hanya persoalan padatnya kendaraan dan kemacetan lalu lintas, persoalan lain yang juga dihadapai Kuta adalah masalah lahan parkir. "Selain jalanan yang seringkali macet terutama di hari libur, persoalan lainnya yang dihadapi Kuta adalah persoalan ketersediaan lahan parkir. Untuk mencari lahan parkir di Kuta susah, apalagi di musim liburan,"ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan kemacetan ini, kata Ngurah Wirawan, perlu ada rekayasa lalu lintas ekstrem di kawasan wisata Kuta.
"Kuta memang memerlukan kebijakan atau rekayasa lalu lintas ekstrem, seperti pembatasan kendaraan pribadi masuk Kuta. Hanya kendaraan pribadi penghuni dengan stiker khusus yang boleh masuk Kuta. Harus ada aturan penggunaan kendaraan pribadi di jalanan Kuta yang sempit dan ramai ini,"tegas Wirawan.
Kebijakan melarang kendaraan pribadi dan umum masuk kawasan wisata Kuta, kata Wirawan, harus diimbangi dengan penyediaan kendaraan umum shuttle bus, yang setiap saat tersedia melayani penumpang atau wisatawan yang akan masuk kawasan Kuta.
"Harus disiapkan shuttle bus, yang secara konsisten misalnya setiap 5 menit siap melayani penumpang di halte-halte. Shuttle bus ini bisa membawa orang keliling Kuta dengan waktu yang konsisten, jadi tidak perlu lagi membawa mobil pribadi masuk ke Kuta,"terangnya.
Menurut Ngurah Wirawan, hanya rekayasa lalu lintas ekstrem ini yang paling memungkinkan diterapkan untuk mengatasi persoalan kemacetan di Kuta. Karena untuk membangun atau memperluas jalan di kawasan Kuta saat ini sudah tidak mungkin lagi karena faktor ketersediaan lahan.
"Namun aturan yang dibuat harus didukung fasilitas layanan umum yang memadai. Selain tersedianya shuttle bus, juga harus tersedia halte bus di posisi yang sesuai dengan tujuan pengguna. Saat ini banyak kendaraan pribadi masuk Kuta dan bikin macet karena tidak adanya fasilitas angkutan umum yang nyaman di Kuta,"tegasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 629 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 593 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 443 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 430 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik