Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Peradah Jembrana Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Mini
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang perayaan Nyepi Tahun Caka 1936 yang akan jatuh tanggal 31 Maret 2014, Sabtu (29/3) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Kabupaten Jembrana dan Pemkab Jembrana menggelar parade ogoh – ogoh. Berbeda dengan parade ogoh – ogoh biasanya, parade kali ini di gelar khusus untuk anak – anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK ( Taman Kanak – kanak) se Kabupaten Jembrana.
Tak pelak Venue Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana , dipadati ribuan anak – anak dan puluhan ogoh – ogoh mini. Parade ini di lepas Sekda Jembrana I Gde Gunadnya mewakili Bupati Jembrana dan dihadiri oleh Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Jembrana Ny. Ani Kembang Hartawan yang Ketua Pengelola PAUD/TK Canang Sari termasuk Kadis Dikporaparbud Kabupaten Jembrana I Nengah Alit.
Ketua Panitia Parade I Nyoman Gede Kurniawan mengatakan, parade ogoh-ogoh untuk anak-anak yang baru pertama kali di Jembrana diikuti oleh 60 ogoh-ogoh mini di semua kecamatan minus Kecamatan Pekutatan.
Rute yang di tempuh mulai dari GKBK, menuju jalan Sudirman, kemudian menuju jalan Hasanudin (barat GKBK), patung Adipura, kemudian jalan Mayor Sugianyar dan finish di Taman Pecangakan di Jalan Surapati.
“Parade Ogoh – Ogoh Paud/TK kali ini sengaja kami pisahkan dengan parade ogoh – ogoh dewasa agar anak – anak tidak tegang dan jenuh. Kami ingin suasana anak – anaknya yang penuh canda juga ada” kata Kurniawan.
Bupati Jembrana dalam sambutannya yang dibacakan Sekda I Gde Gunadnya menyebutkan, dengan diadakannya parade ogoh – ogoh PAUD/TK ini anak – anak bisa lebih memahami esensi Hari Raya Nyepi sejak dini.
“ Dengan parade ini diharapkan bisa tumbuh rasa persaudaraan, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap budaya Bali. Dengan parade ini, anak – anak bisa memahami makna nyepi dengan catur berata penyepian kita berdoa agar alam beserta isinya menjadi Shanti dan Jagadhita” kata Gunadnya.
Disisi lain sejumlah penonton menyayangkan dalam parade ini, keterlibatan orang tua dalam mengusung ogoh – ogoh justru lebih mendominasi.
“Sebenarnya parade ini sangat bagus, jarang saya liat anak – anak negen (mengusung) ogoh- ogoh sebanyak ini. Mestinya cukup anak – anak dan guru saja yang terlibat, orang tuanya menunggu di tempat jemputan. Ini malah kebanyakan yang nganter daripada anak – anaknya. Mungkin tahun depan lebih di tata” kata Budi salah seorang penonton dari Budeng.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 501 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 396 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 387 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik