Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Pastika Minta Kafe Remang-Remang Ditutup
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan besarnya ancaman HIV/AIDS bagi masyarakat Pulau Dewata. Salah satu sumber penularan penyakit mematikan ini adalah kafe remang-remang.
Untuk mencegah penularan penyakit HIV/AIDS di Bali, Pastika meminta Bupati/Walikota merapatkan barisan dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Bupati/Walikota diharapkan menyamakan persepsi guna mencegah terus bertambahnya kasus ini. Bahkan Pastika meminta agar kafe remang-remang dan tempat esek-esek di Bali segera ditutup.
“Kasihan para aktivis, kerja mereka sia-sia kalau tempat seperti itu masih ada,” ujarnya.
Pastika juga menggugah kesadaran krama Bali yang kebetulan menjalankan bisnis seperti itu agar menutup usahanya untuk menyelamatkan masa depan generasi Bali.
Guna menangkal penularan HIV/AIDS, Gubernur mengkampanyekan lima langkah pencegahan. Menurutnya, penyakit yang menyerang sistem ketahanan tubuh ini dapat dicegah dengan langkah ABCDE. Abstinence (tidak melakukan hubungan seksual), Be Faithful (setia dengan satu pasangan), Condom (wajib menggunakan kondom manakala berhubungan seks beresiko), Drug (tidak menggunakan narkoba suntik) dan Edukasi (cari informasi tentang HIV/AIDS).
Pada malam renungan AIDS, Pastika mengajak seluruh komponen untuk lebih menggiatkan langkah nyata secara dini agar masyarakat Bali selamat dari ancaman HIV/AIDS.
"Mari kita bersama-sama melakukan pencegahan HIV/AIDS dengan mengajak semua keluarga mengetahui informasi seputar penyakit ini secara benar serta mengikuti tes HIV lebih awal," ujarnya.
Dengan langkah ini, Gubernur berharap, status HIV dapat diketahui lebih awal untuk bisa mendapat penanganan lebih cepat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun