Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
13 Fotografer Ikut Pameran Terpasung di Pulau Surga
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 13 fotografer dari berbagai negara, ikut ambil bagian dalam pameran foto internasional bertajuk "Terpasung di Pulau Surga", di Gianyar Bali. Pameran menampilkan foto-foto warga Bali yang hidup terpasung karena gangguan jiwa berat.
Pameran foto internasional yang digelar 19-24 Agustus ini, digelar di Bentara Budaya Bali, Gianyar. Pameran diikuti 13 fotografer dari berbagai negara seperti Indonesia, Jerman, Australia, Prancis, dan Italia.
Memasuki ruang pameran, kesan Bali sebagai pulau surga langsung hilang. Pengunjung pameran langsung disuguhi puluhan foto yang mengundang keprihatinan.
Sekitar 70 foto yang dipamerkan menampilkan penderitaan warga Bali yang harus hidup terpasung atau dirantai, karena mengidap gangguan jiwa berat. Lokasi pemotretan menyebar di berbagai kabupaten di Bali, dengan jumlah terbanyak di wilayah Buleleng dan Karangasem.
"Tujuan pameran adalah untuk menyampaiakan pesan, masih banyaknya warga Bali yang hidup dipasung atau di rantai di pulau yang dijuluki pulau surga. Dari sekitar 9 ribu warga yang mengidap gangguan jiwa berat, sebanyak 350 hidup dalam pasungan atau dirantai,"ujar penyelenggara pameran, LK Suryani.
Lewat pameran, diharapkan kesadaran warga untuk memperhatikan para pengidap gangguan jiwa bisa lebih meningkat. Selain itu, pemerintah juga diharap lebih aktif menangani penderita gangguan jiwa di Bali, sehingga tidak ada lagi yang hidup dalam pasungan atau dirantai.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3791 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1739 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang